Jakarta, Gontornews – Presiden Joko Widodo melantik Irjen Pol Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yang memasuki masa pensiun.
Sebagaimana dilansir Antara, sebelum menduduki jabatan sebagai Kepala BNN, Heru menjabat sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 15 Oktober 2015. Heru juga sempat menduduki jabatan sebagai staf Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan bidang Ideologi dan Konstitusi.
Di institusi kepolisian, lulusan Akademi Kepolisian 1985 itu pernah menjabat sebagai Kapolda Lampung (2012), Direktorat Ekonomi Khusus Mabes Polri (2009) dan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri (2010).
Dalam acara pelantikan tersebut, Ketua BNN lama, Komjen Pol Budi Waseso mengatakan bahwa Irjen Pol Heru harus bisa meningkatkan kinerja BNN menjadi lebih baik. Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, tidak akan sungkan untuk menceritakan sejumlah hal terkait program dan pekerjaan rumah BNN kepada Heru.
“Banyak hal yang harus saya sampaikan kepada pengganti saya, karena itu harus dilanjutkan dan ada yang harus ditingkatkan,” kata Buwas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/3).
Salah satu program yang Buwas minta untuk ditingkatkan adalah keberadaan laboratorium narkotika nasional. Di masa mendatang, laboratorium tersebut akan digunakan oleh KPU untuk mengeluarkan keterangan bahwa calon presiden maupun calon kepala daerah bebas dari narkoba.
“Kemarin kami sudah berhasil membuat laboratorium narkotika nasional. Laboratorium itu milik Indonesia tapi tarafnya internasional, karena nanti persyaratan dari KPU juga setiap pemilihan pilkada dan pilpres harus ada pemeriksaan laboratorium dan harus bebas narkotika. Laboratorium itu nanti hanya ada keterangan yang dikeluarkan dari BNN,” pungkas Buwas. [Mohamad Deny Irawan]


















