Jakarta, Gontornews — Usai bertemu pimpinan Gerindra dan PAN, Presiden PKS Sohibul Iman menegaskan sikap politik partainya. PKS menolak ajakan koalisi untuk mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019.
PKS menolak ajakan koalisi Istana, kata Sohibul, dengan alasan tak ingin Jokowi hanya melawan kotak kosong.
“Saya tegaskan di sini bahwa PKS diajak bergabung dengan Istana jelas ada. Dan itu bukan sebuah kejahatan dalam politik. Itu biasa-biasa saja. Istana ingin mengajak kita,” kata Sohibul di kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (1/3).
“Coba bayangkan, kalau PKS bergabung, Gerindra, PAN bergabung, kemungkinannya nanti Pak Jokowi lawan kotak kosong,” tambahnya.
Sikap Presiden PKS sejalan dengan pernyataan Mardani Alisera dalam ILC Selasa (27/2). PKS ingin pemimpin baru yang lebih baik. “In syaa Allah, Jokowi bisa dikalahkan,” tegasnya.
Sohibul menegaskan calon tunggal tak sehat untuk iklim demokrasi di Indonesia. Karena itu, sambung dia, PKS tak mau ikut bergabung dalam koalisi tersebut.
“Kita melihat itu tidak sehat untuk demokrasi kita. Maka ya saat ini belum, menolak bahasa ini ya. Saya katakan bahwa rasionalitas politiknya kurang logis kalau PKS ikut,” ujarnya.[DJ]





















