Ankara, Gontornews — Sebanyak 95 orang termasuk tentara aktif ditangkap Pemerintah Turki lantaran diduga memiliki hubungan dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO) yang merupakan kelompok di belakang upaya kudeta 2016 lalu.
Pemerintah Turki menggelar operasi simultan yang dilakukan di 12 provinsi termasuk Ankara, Izmir, dan Mugla Selasa (20/3).
Di Provinsi Manisa Barat, polisi Turki berhasil mengumpulkan 13 orang termasuk tentara yang bertugas aktif. Lalu di Provinsi Mus bagian timur, polisi menahan sebanyak 23 tentara aktif dari berbagai jajaran sebagai bagian dari penyelidikan infiltrasi militer FETO.
Sementara itu, di Provinsi Bartin utara, sembilan tentara ditangkap. Kemudian Operasi yang digelar di enam provinsi yang berpusat di Provinsi Mardin tenggara melakukan penangkapan terhadap delapan mantan perwira polisi.
Di Ankara, ibukota Turki, seorang mantan kepala polisi Provinsi Erzurum ditangkap. Dia dipecat pada tahun 2015 karena hubungannya dengan FETO.
Di Provinsi Tokat, dua mantan guru yang bekerja di sebuah sekolah swasta yang telah ditutup karena dianggap bagian dari operasi anti-FETO juga ditangkap.
Lalu di Provinsi Sirnak, polisi juga menangkap 28 orang karena telah melakukan penggelapan dan pemalsuan dokumen resmi dalam penyelidikan terkait FETO.
Di provinsi Aegean Izmir, pasukan gendarmerie menangkap 16 tersangka FETO, termasuk tentara yang dipecat dan aktif. Penangkapan dilakukan Selasa pagi secara simultan sebagai bagian dari investigasi kelompok teroris yang sedang berlangsung.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, melakukan kudeta yang dikalahkan pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 250 orang menjadi martir dan hampir 2.200 orang terluka. [Devi Lusianawati]



















