Islamabad, Gontornews — Pembom bunuh diri telah menewaskan sedikitnya 23 orang dan melukai puluhan lainnya saat mereka shalat di sebuah masjid di barat laut Pakistan. Demikian Al Jazeera memberitakan Jumat (16/9) malam.
Pemboman Jumat terjadi di Desa Anbar Tehsil di distrik suku Mohmand yang berbatasan dengan Afghanistan di mana tentara Pakistan telah memerangi Taliban Pakistan.
“Pembom bunuh diri beraksi di sebuah masjid yang penuh sesak, ia berteriak ‘Allahu akbar’ dan kemudian ada ledakan besar,” kata Naveed Akbar, wakil administrator Mohmand Agency, kepada kantor berita Reuters.
Akbar menambahkan, beberapa korban jiwa tampaknya disebabkan karena tertimpa runtuhan masjid karena kuatnya ledakan.
“Sebagian dari masjid dan beranda runtuh dalam ledakan itu dan jatuh menimpa jamaah. Kami masih menemukan jenazah dan korban terluka dari puing-puing masjid,” katanya.
Salah satu korban terluka, Ghulam Khan (41 tahun), mengatakan ia mendengar ledakan memekakkan telinga ketika shalat.
“Saya berteriak minta tolong, tapi tidak ada yang datang… ada tubuh lain … jamaah terluka, yang membaca ayat-ayat Qur’an dan menunggu bantuan,” katanya kepada kantor berita Associated Press.
Khan mengatakan warga setempat dan polisi membantu mengangkut korban terluka ke rumah sakit.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. Tapi Taliban Pakistan secara rutin menyerang sasaran empuk seperti lapangan, sekolah, dan masjid.
Tentara Pakistan melancarkan operasi pada Juni 2014 dalam upaya untuk mengusir kelompok bersenjata di barat laut Pakistan demi mengakhiri kekerasan yang telah menelan ribuan nyawa warga sipil sejak tahun 2004.
Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengutuk pemboman itu dan mengatakan “serangan teroris tidak bisa menghancurkan tekad pemerintah untuk menghilangkan terorisme dari Pakistan”.
Keamanan di Pakistan telah ditingkatkan dalam beberapa tahun terakhir. [Rusdiono Mukri]




















