Tel Aviv, Gontornews — Ketika Arab Saudi membuka wilayah udara untuk pertama kalinya bagi penerbangan komersial ke Israel, maskapai nasional Israel (EI AI) akan berjuang untuk memperoleh akses ke wilayah udara Saudi ke Mahkamah Agung Israel.
Seperti diberitakan Aljazeera, maskapai penerbangan nasional India, Air India, menawarkan tiga kali seminggu penerbangan langsung antara New Delhi dan Tel Aviv melalui wilayah udara Arab Saudi. Penerbangan langsung ini mengakhiri 70 tahun larangan Saudi bagi penggunaan wilayah udaranya untuk penerbangan ke Israel.
Arab Saudi tidak mengakui Israel dan pembawa bendera El Al harus mengambil jalan yang lebih jauh, berputar untuk menghindari wilayah Arab Saudi, yang berakibat menambah jam penerbangan.
Sementara juru bicara El Al menegaskan, perusahaannya akan mengadukan masalah ini ke Mahkamah Agung Israel.
Yisrael Katz, menteri transportasi Israel, menyambut baik terobosan rute langsung ini.
“Penerbangan langsung pertama ke Israel melalui wilayah udara Saudi mencerminkan perubahan positif yang secara bertahap terjadi di wilayah ini,” kata Katz dalam tweetnya Jumat (23/3) pagi.
“Saya berharap perusahaan penerbangan berbendera Israel seperti El Al akan diizinkan untuk menggunakan rute ini di masa depan.”
Dalam berbagai kesempatan, Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel, mengklaim bahwa hubungan Israel dengan dunia Arab kini lebih baik dari sebelumnya.
Namun, pemerintah Saudi, belum secara resmi berkomentar tentang hal ini.
Rute udara baru antara Israel dan India diumumkan oleh Narendra Modi, perdana menteri India, selama kunjungannya ke Israel musim panas lalu.
Sementara itu, dalam kunjungan ke India Januari lalu, Netanyahu menegaskan, rute udara baru di atas wilayah Saudi akan secara drastis mengurangi waktu penerbangan. [Rusdiono Mukri]





















