Gontor, Gontornews—Puncak peringatan 90 Tahun Pondok Modern Gontor ditutup oleh Presiden H. Joko Widodo. Presiden yang didampingi sang istri dan sejumlah menteri ini sekaligus menjadi penutup rangkaian acara 90 Tahun Gontor.
Kunjungan Jokowi ke Pondok Gontor sekaligus meresmikan gedung utama Unida dan peletakan batu pertama menara Masjid Gontor, yang rencananya akan dibangun menara masjid setinggi 90 meter.
Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan bahwa santri Pondok Gontor dari Sabang sampai Merauke. Bahkan juga ada dari Malaysia, Thailand, dan Amerika. “Ini pondok yang bukan nasional tapi juga mendunia,” katanya dalam sambutan Jokowi di depan ribuan tamu yang hadir pada Senin (19/9).
Menyikapi pidato Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo yang mengatakan ia bangga Jawa Timur ada Gontor, maka Jokowi menyatakan, “Saya bangga, Indonesia ada Gontor,” ujarnya diiringi takbir dari para peserta audien.
Jokowi mengatakan bahwa sekarang ini nilai-nilai Islam sudah mulai hilang, maka pesantren harus mengestafetkan nilai-nilai bukan sebuah harta dan kekayaan. Nilai-nilai budi pekerti, sopan santun, kerja keras, optimisme, harus dibangun, “Nilai-nilai Islam sekarang sudah mulai hilang,” katanya.
Hilangnya nilai-nilai itu, oleh Presiden bisa dilihat dari media sosial dan media online, banyak komentar caci maki, mencela, mengejek, merendahkan yang lain, menghina, tidak hanya yang muda dan tua tapi juga beda bangsa. “Nilai-nilai yang dimiliki bangsa ini mulai hilang,” ujarnya.
Pemerintah yang saat ini mengembangkan pendidikan full day school, salah satunya untuk mengembangkan ke arah yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai pada anak didik. Tanpa itu, karakater, identitas bangsa ini akan pudar dan hilang.
Jokowi juga menyinggung tentang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah dibuka. MEA telah membuka peluang dari negara-negara untuk berkompetisi di negeri ini. “Inilah sebuah kompetisi dengan negara lain. Mereka adalah pesaing kita, begitu kita lengah maka daya saing kita akan habis,” tuturnya.
Jokowi menegaskan bahwa komptesi harus dihadapi dengan menyiapkan SDM yang lebih baik dan produk yang berkualitas. Kalau belum siap, tegas Jokowi, maka harus menyiapkan diri. Kita harus berani menajalani itu.
Dalam penutup pidatonya, Jokowi senang melihat perkembangan pesantren Gontor, alumninya udah banyak yang mengisi posisi penting di negeri ini, ada menteri agama, bupati juga banyak, “Saya bangga dari sisi persaingan pesantren ini sudah menyiapkan diri. Kualitas ini hendaknya dijaga dan ditingkatkan lagi,” tuturnya. [Fathur/DJ]

















