Mekkah, Gontornews — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pada musim haji tahun ini kembali memberikan fasilitas katering untuk jamaah haji Indonesia saat berada di Mekkah. Kalau sebelumnya, katering diberikan sebanyak 15 kali, tahun ini lebih banyak.
Jamaah haji Indonesia menerima layanan katering dua kali selama 12 hari atau totalnya menjadi 24 kali. Menurut Kepala Seksi Katering Daker Mekkah Evy Nuryana Rifai, layanan katering di Mekkah sebelum fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina), diberikan kepada jamaah haji Indonesia sejak 15 Dzulqadah 1437H/18 Agustus 2016 sampai dengan 4 Dzulhijjah 1436H/ 6 September 2016.
Pasca Armina, layanan katering kembali diberikan kepada jamaah mulai 15 Dzuhijjah 1437H/17 September 2016M sampai dengan 4 Muharram 1438H/28 September 2016M. “Total yang sudah dilayani sampai dengan saat ini berjumlah 302 kloter. Semuanya sudah 12 x 2 kali makan,” terang Evy Nuryana, Jumat (23/9).
“Yang dikeluarkan sudah lebih dari 3.600.000 box. Itu data sampai siang hari ini. Karena laporan dibuat sampai dengan pukul 5 sore,” tambahnya seperti dikutip kemenag.go.id.
Evy menambahkan, masih ada sekitar 85 kloter yang menerima layanan katering sampai dengan 28 September 2016 atau tinggal 5 hari ke depan. Artinya, rata-rata jamaah haji di tiap kloternya, paling sedikit sampai saat ini sudah mearasakan layanan katering selama 7 hari.
“Per tanggal 29 September, sudah tidak ada lagi layanan. Kita tinggal menyelesaikan tanda terima dari 23 perusahaan, untuk direkonsiliasi agar jumlah yang didistribusikan sesuai dengan data kita,” ujarnya.
Evy mengaku beryukur karena secara umum pelaksanaan layanan katering pada tahun kedua di Mekkah berjalan lancar dan sesuai rencana. Evy mengaku masih ada sejumlah masalah yang ditemui di lapangan, namun hal itu masih bisa diatasi. Salah satunya terkait keluhan nasi basi yang setelah ditelusuri ternyata karena jamaah tidak mengonsumsinya sampai pada batas yang ditentukan. [Fathurroji]




















