10
Tonton Selengkapnya
26 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 11 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Kasus Terorisme : Kemanusiaan Yang Ambigu (2)

Ma’mun Murod Al-Barbasy Dosen Ilmu Politik FISIP UMJ

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
16 May 2018
in Kolom
0
Kasus Terorisme : Kemanusiaan Yang Ambigu (2)

Terkait kasus bom teroris pun sama. Ketika terjadi bom teroris, empati dan simpati mengalir begitu cepat dan deras kepada si korban –sesuatu yang tentunya baik dan seharusnya. Meskipun derasnya empati dan simpati ini juga perlu dipertanyakan bila menilik kasus terror lainnya yang menimpa kiai, ustadz, atau yang teridentifikasi Muslim, yang cenderung sepi empati dan simpati dari masyarakat.

Bahkan media massa pun, terlebih yang mainstream, tampak begitu enggan untuk memberitakan sebagaimana pemberitaan dalam kasus bom Surabaya yang begitu massif. Sekali lagi, poin ini jangan dipahami dan disimpulkan saya tidak berempati dan bersimpati pada korban bom teroris. Terlalu stupid kalau menyimpulkan demikian. Poinnya, saya menggugat ketakproporsionalan masyarakat dan aparat Negara dalam keseluruhan aksi terror.

Sebaliknya hujatan, makian, sumpah serapah langsung diberikan kepada si pelaku. Tak ada secuil pun rasa iba terhadap si pelaku, sambil bertanya: kenapa si pelaku ini mau menjadi pelaku peledakan bom bunuh diri? Apakah betul karena sebatas pandangan keagamaan yang sempit mereka bersedia bunuh diri? Siapa yang mencuci otak si pelaku, sambil juga “menggugat” negara dengan cara menengok ke belakang terkait dengan penanganan beberapa tindak kejahatan terorisme.

Dalam kasus bom Bali misalnya, apa betul Amrozi cs adalah pelaku tunggal atau sengaja “dikorbankan” sebagai bagian dari skenario kontra terorisme. Dalam kasus bom Bali, pihak kepolisian kėkėh dengan kronologi yang dibuatnya bahwa “bom Bali” dibuat dan dirakit secara “tradisional” oleh Amrozi cs, dengan bahan baku bom yang dibeli dari Surabaya (Pasar Turi).

BACA JUGA

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

Bagaimana mungkin bom yang meledak begitu dahsyat –bahkan banyak pihak menduga sejenis bom C4 atau SDAM yang hanya bisa dibuat di negara-negara yang sangat terbatas, seperti Amerika, Inggris, Israel, dan Prancis– dibuat dengan memakai cara-cara tradisional, dengan meramu dan merakitnya sendiri. Saya juga masih ingat dengan “senyum merekah sambil sedikit tertawa” Kapolri saat itu Da’i Bachtiar di hadapan para tersangka bom Bali, Amrozi cs, yang sempat menuai kecaman banyak pihak, termasuk pihak keluarga korban dari luar negeri.

Apa benar dalam kasus “Teroris Temanggung” yang sempat tayang live sehari semalam di beberapa televise di mana ratusan aparat kepolisian dan Densus diterjunkan untuk mengepung rumah reot di tengah sawah itu betul di dalamnya ada seorang teroris? Lalu kalau hanya seorang teroris, kenapa secara demonstratif Negara menerjunkan pasukan begitu banyak? Berapa biaya yang harus dikeluarkan dalam penggerebegan rumah reot tersebut? Sebagai penyumbang pajak atas Negara ini, saya berhak untuk bertanya terkait hal ini.

Dalam setiap kasus “bom teroris” juga kerap menyisakan kejanggalan yang pantas untuk setidaknya dipertanyakan. Misalnya, terlalu kerapnya ditemukan kartu identitas (KTP, paspor atau kartu identitas lainnya). Anehnya, selalu saja dalam KTP, paspor atau identitas lainnya tersebut tertulis beragama Islam. Seolah ingin membangun nalar bahwa teroris pasti Muslim. Modus ini tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga dalam kasus terorisme global. Saat terjadi “bom Paris” misalnya, ditemukan paspor yang masih dalam kondisi utuh, tanpa rusak sedikit pun, padahal semua benda di sekelilingnya hancur dan hangus berantakan.

Secara nalar, rasanya tak mungkin ada teroris, apalagi jihadis yang mau identitasnya diketahui. Dalam kasus “bom ricecooker” juga ditemukan KTP. Janggalnya, dalam KTP tersebut terlihat foto pelaku perempuan tak mengenakan jilbab. Kalau pelakunya teroris jihadis, rasanya tak mungkin mau membiarkan auratnya terbuka meski hanya di KTP.

Dalam menyikapi kasus teroris, saya juga melihat ada semacam “kemanusiaan yang ambigu” di masyarakat, terutama di kalangan para aktivis HAM, atau mereka yang sering berceloteh sebagai seorang humanis, pluralis, toleran, dan paling pancasilais. Mereka sering menyatakan bahwa dalam menyikapi aksi bom teroris jangan melihat, terlebih karena faktor agamanya. Tapi lihatlah dari sisi kemanusiaan. Lihatlah korban sebagai manusia dengan nilai-nilai kemanusian universal. Kalau ada persenan sampai 1.000, maka saya ingin mengatakan: sepakat 1.000 persen dengan pernyataan demikian.

Kenyataannya tidak demikian. Kalau terhadap korban bom kita bisa begitu berempati dan bersimpati dengan dalih kemanusian, tapi kenapa terhadap puluhan nyawa yang meninggal hanya karena baru diduga teroris, mereka ini diam membisu. Nyaris “teriakan kemanusiaan” mereka tak terdengar sebagaimana ketika mereka berempati dan bersimpati pada korban bom teroris. Padahal dari sisi kemanusian, apa beda korban bom teroris dengan mereka yang baru diduga sebagai teroris lalu dibunuh. Apakah karena yang meninggal itu adalah terduga teroris dan pasti Muslim, sehingga tak perlu berempati dan simpati? Inilah kemanusian yang ambigu!

Kalau bersepakat bahwa Indonesia adalah Negara hukum, di mana siapapun orangnya atau institusinya tak boleh bertindak melawan atau bertentangan dengan hukum, membunuh manusia seenak sendiri, harusnya “teriakan kemanusian” mereka sama lantangnya ketika ada orang-orang yang “dimeninggalkan” untuk kasus yang belum terbukti bersalah secara hukum.
Ada dua poin dari status maupun tulisan saya.

Pertama, “gugatan” terhadap Negara. Jangan ada kesan bahwa negara mempermainkan emosi masyarakat dalam pemberantasan tindak kejahatan teroris, dengan bertindak diskriminatif dalam melihat aksi terror. Ini yang dirasakan ketika melihat kasus seperti bom Surabaya di satu sisi dengan kasus penganiayaan kiai atau ustadz di sisi lain.

Kedua, jangan ada “kemanusiaan yang ambigu”. Cepat berempati dan bersimpati terhadap korban bom teroris itu bagus dan sangat mulia, tapi diam membisu terhadap pembunuhan yang menimpa puluhan orang yang baru sebatas diduga teroris itu sama sekali tidak bagus, sama sekali tidak beradab, dan anti-kemanusian. Kasus Siyono harus menjadi pembelajaran kita, termasuk aparat negara. Sekian.

Tags: Bom bunuh diriKemanusiaanTerorisme
Share40Tweet25Send
Previous Post

Afrika Selatan Panggil Pulang Dubes dari Israel

Next Post

Lazismu Luncurkan 4 Program Ramadhan

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

2 July 2026
Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

4 July 2026
Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor  ‎

Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor ‎

8 July 2026
Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

1 July 2026
Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

7 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

0
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

0
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

0
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

9 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

9 July 2026
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

9 July 2026
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

9 July 2026
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

8 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result