Havana, Gontornews – Inilah bencana penerbangan terburuk di Kuba dalam beberapa dasawarsa. Menteri Perhubungan Kuba, Adel Yzquierdo, menyebutkan 110 orang termasuk lima anak, dinyatakan tewas dalam kecelakaan pesawat Kuba.
Dari seluruh penumpang dan awak pesawat, hanya tiga orang yang selamat dari kecelakaan itu. Ketiganya terluka parah dan sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di ibukota Kuba, Havana.
Pesawat Boeing 737-201 jatuh pada pukul 12:08 malam pada hari Jumat (16:08 GMT), tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Havana Jose Marti. Pesawat naas itu sedang dalam perjalanan menuju ke Kota Holguin, Kuba bagian timur.
Seperti dirilis Aljazeera, Yzquierdo mengatakan, pesawat dengan nomor penerbangan 972 yang dioperasikan oleh maskapai Cubana de Aviacion itu, mengangkut 102 warga Kuba, tiga turis, dua warga asing dan enam awak pesawat dari Meksiko.
Jet berusia 39 tahun dengan awaknya itu telah disewakan ke Cubana de Aviacion oleh sebuah perusahaan Meksiko, Global Air (Aerolineas Damojh).
Maite Quesada, seorang anggota Dewan Gereja Kuba, mengumumkan bahwa 20 pendeta dari gereja evangelis termasuk di antara yang tewas. Sedangkan Kementerian Luar Negeri Argentina mengatakan sebelumnya bahwa dua warganya tewas dalam kecelakaan itu.
Sementara tiga orang yang selamat, yang dievakuasi dari reruntuhan pesawat, adalah orang Kuba.
Yzquierdo mengatakan, salah satu dari dua kotak hitam pesawat itu telah ditemukan dalam kondisi “baik” dan diserahkan kepada penyelidik. Sedangkankotak hitam kedua diharapkan akan ditemukan “dalam beberapa jam ke depan”.
Ini adalah kecelakaan udara terbesar ketiga di Kuba sejak 2010, dan yang terburuk sejak 1989 ketika 150 orang tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat penumpang yang jatuh di dekat ibukota, Havana. [Rusdiono Mukri]


















