Langkawi, Gontornews -– Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, mengatakan keterlibatan Low Taek Jho atau yang akrab disapa Jho Low dalam proyek 1MDB tidak lain merupakan sebuah langkah untuk mendapatkan investor Timur Tengah. Jho Low sendiri telah ditetapkan sebagai tokoh utama dibalik skandal 1MDB yang menggegerkan Malaysia.
Najib menambahkan bahwa koneksi Low di Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab diharapkan membantu kelancaran investasi 1MDB di Malaysia. Meski demikian, Najib memastikan bahwa dirinya tidak memberikan istruksi khusus atau memberikan kendali penuh kepada Low terhadap apa yang telah dilakukannya.
“Saya tidak memberinya instruksi, tetapi dia dengan sukarela melakukan hal-hal tertentu yang menurutnya membantu 1MDB. Meski demikian, apapun yang ia lakukan, pada akhirnya, menjadi tanggungjawab manajemen dan dewan,” tutur Najib Razak kepada Reuters, Kamis (21/6).
Saat ini, otoritas kemanan di Malaysia berusaha untuk menangkap Low yang diduga melarikan diri ke luar negeri akibat skandal 1MDB. Akibat skandal tersebut, Najib mengaku juga sudah putus komunikasi dengan Low.
“Kami telah putus komunikasi. Saya tidak tahu dimana dia,” kata Najib. Selain Low, pihak keamanan Malaysia juga mengincar Direktur SRC International, Nik Faisal Arrif Kami meski keberadaannnya kini juga tidak diketahui.
Menanggapi sejumlah rekannya terlibat skandal 1MDB, Najib Razak memastikan bahwa dirinya tidak akan pergi dan bertekad untuk melawah tuduhan tersebut meski terancam masuk penjara.
“Tidak, saya tidak pernah berencana untuk pergi. Karena jika saya pergi, saya akan dianggap bersalah,” tegas Najib.
“Saya tidak bisa menjadi buronan di sepanjang sisa hidup saya. Saya ingin membersihkan nama saya,” pungkas Najib. [Mohamad Deny Irawan]





















