Jakarta, Gontornews — Tidak sedikit yang geram dengan kelakuan sebagian aktivis aksi 212. Bagaimana tidak, ia ikut manggung di aksi 212, tapi pada akhirnya malah bergabung di partai yang kontra dengan semangat 212.
Bahkan ada yang sampai menuduhnya sebagai pengkhianat agama, Islamnya sudah batal, dan lain sebagainya. Menanggapi hal tersebut Direktur Eksekutif INSIST Dr Henri Shalahudin menyebut reaksi tersebut sebagai reaksi yang berlebihan. Karena hal tersebut tidak masuk dalam bab aqidah.
“Sebenarnya reaksi seperti ini pun berlebihan, karena apa yang dilakukan aktivis itu tidak masuk bab aqidah. Mungkin babnya adalah adab makan dan bersiwak,” ungkap Henry dalam status Facebook nya (21/7) menjelaskan.
Lanjut Henri mengingatkan barang siapa yang faqir hendaklah mencari makan dengan cara yang baik.
“Kalau di podium dulunya koar-koar semangat merontokkan penista al-Quran dan pendukung-pendukungnya, tapi nyatanya tidak konsisten, maka itu sama saja seperti orang yang makan jengkol tapi lupa gosok gigi. Jadi bab siwak ya. Bukan bab aqidah,”tandasnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]




















