Kediri, Gontornews — Pada awalnya tidak ada keinginan untuk menjadi Kasun (kepala dusun) Jati Rejo, Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Setelah lulus program diploma 3 (D3) Perbankan Syariah UIN Malang, Andre Meiriko Saputra (25 tahun) langsung melanjutkan ke program sarjana (S1). Kuliah pun sudah berlangsung satu semester. Tak hanya itu, Andre juga berniat untuk meneruskan ke program magister (S2) setelah lulus S1 kelak.
Tapi βtakdirβ berkata lain, ia tak kuasa menolak permintaan ibunya untuk pulang ke rumah, meniti karir di desa untuk mengisi kekosongan kepala dusun.
Ia teringat nasihat sang kiai sewaktu menimba ilmu di Pondok Modern Gontor, βFii Ayyi Ardin Tatok, Anta Mas ulun An Islamihaβ (di manapun kamu berpijak, kamu bertanggung jawab atas keislamannya). Maka Andre pun pulang kampung.
Lalu apa pekerjaan Kasun? βPekerjaan kepala dusun antara lain mengurus pajak, mengontrol warga, mengakomodir posyandu, pendataan warga, mengurusi sembako, dan mengurus bantuan untuk masyarakat miskin,β papar Andre.
Sebagai alumnus pesantren, ia mencoba menerapkan ilmunya kepada warganya. Andre ingin warganya lebih islami dalam berperilaku, berpikir, dan bertindak. Namun itu tidak gampang. Mengapa?
βMembutuhkan berbagai metode dan berbagai pendekatan, sebab tidak hanya pemuda dan anak-anak saja yang dinaungi, tapi juga para sesepuh.β
Tapi Andre tak mau putus asa. Sebab, setiap pemimpin itu bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Karenanya ia berusaha menjadi yang terbaik dalam kepemimpinannya. Meski usianya masih sangat muda, namun pria asli Kediri ini tak mau kalah dalam hal prestasi dengan kepala dusun yang lain. Ia berusaha menjaga amanah dari masyarakat dan membangun peradaban islami di dusunnya demi mencari ridha Allah SWT. [Al Hafidh/Yuzaq Ardian]





















