Jakarta, Gontornews — Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama akan memberikan ruang kepada ulama dan tokoh dalam membahas permasalahan keumatan, seperti ekonomi, politik, dakwah dan kelembagaan.
Ketua GNPF Ulama, Ustadz Yusuf Muhammad Martak menjelaskan, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada pimpinan partai untuk menyampaikan pandangan terkait calonyang akan diusung.
“Kelima partai yang akan hadir di ijtima adalah Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bulan Bintang, dan Partai Berkarya,” jelasnya dalam jumpa pers, Jumat (27/7)
Selain itu tujuannya agar mengerucut bersatu untuk koalisi ulama dan tokoh nasional.
Dalam paparan Ustadz Yusuf, Habib Rizieq Syihab berpesan dalam ijtima ulama ini agar berlaku netral hingga terjafi deklarasi keumatan.
Ijtima ulama memberikan kesempatan.kepada para partai untuk menyampaikan pandangan terkait pemimpin yang akan diusung.
Ustadz Yusuf mengatakan selama ini ulama hanya menjadi setempel saja, ke depan dengan adanya ijtima ulama ini ke depan agar ulama tidak hanya menjadi endors tapi dilibatkan langsung diberikan peran.
“Ijtima bersifat netral tidak memilih satu atau dua calon, kami memberikan kriteria-kriteria calon pemimpin yang bisa didengar para partai,” ujarnya. [Fathurroji]




















