Dubai, Gontornews — Pemerintah Saudi pada Senin (6/8) pagi menarik duta besarnya untuk Kanada, dan memberi waktu selama 24 jam kepada Duta Besar Kanada untuk meninggalkan Arab Saudi. Selain itu Arab Saudi membekukan semua hubungan perdagangan dan investasi baru dengan Kanada. Demikian situs berita Gulfnews menjelaskan.
Seperti dilansir Gulfnews, seorang analis yang tidak disebutkan namanya berharap tindakan Arab Saudi tersebut tidak berdampak besar pada ekonomi Arab Saudi, karena perdagangan antara kedua negara tidak terlalu besar. “Saya berpikir itu tidak akan berdampak besar di kedua sisi,” katanya.
Berdasarkan data World Integrated Trade Solution, Arab Saudi berada di peringkat 23 pada tahun 2016 dalam daftar mitra impor Kanada, sedangkan impor Saudi ke Kanada senilai $ 935,5 juta. Sementara menurut laporan Canadaβs Library of Parliament, angka barang dagangan bilateral antara Arab Saudi dan Kanada mencapai $ 3 miliar pada tahun 2016.
Ditanya apakah ketegangan cenderung meningkat untuk melibatkan sekutu Saudi seperti UAE, analis mengatakan, βIni masalah Saudi, jadi itu antara Saudi dan Kanada. Ini bukan masalah GCC, dan khusus untuk warga negara Kanada di Arab Saudi,βjelasnya.
Diberitakan Gulfnews, keputusan Arab Saudi untuk membekukan hubungan perdagangan dan investasi baru muncul setelah Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, mengatakan di akun Twitternya bahwa dia βsangat khawatir mengetahui bahwa Samar Badawi, saudara perempuan Raif Badawi, telah dipenjarakan di Arab Saudi.
Menteri Kanada mengatakan, dia terus menyerukan untuk membebaskan Raif dan Samar Badawi. Terkait hal itu Arab Saudi menggambarkan bahwa sikap Kanada tersebut tidak dapat diterima dan Saudi menyebut Kanada telah melakukan intervensi dalam urusan dalam negerinya.
“Posisi Kanada adalah campur tangan terang-terangan dalam urusan dalam negeri kerajaan Arab Saudi. Ini adalah penghinaan besar yang tidak dapat diterima terhadap hukum dan proses peradilan Kerajaan, serta pelanggaran kedaulatan Kerajaan, βkata pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi seperti dilansir kantor berita Gulfnews. [Muhammad Khaerul Muttaqien]






















