Jenewa, Gontornews – Sejumlah ahli hak asasi manusia PBB memperingatkan Tiongkok agar membebakan Muslim Uighur dari kamp pendidikan ulang politik Cina di Xinjiang, Tiongkok Barat, Kamis (30/8). Komite Penghapusan diskriminasi ras PBB juga menyebut ada jutaan warga Uighur yang tanpa sengaja ditahan Pemerintah Tiongkok dengan alasan upaya melawan terorisme.
Menurut anggota panel HAM PBB, Nicolas Marugan, Tiongkok harus membebaskan warga Uighur yang ditahan tanpa dasar yang jelas jika memang dugaan ini terbukti.
“Kami merekomendasikan ke Tiongkok jika praktik (penyekapan) ini ada agar mereka menghentikannya. Kami meminta Tiongkok untuk membebaskan orang-orang yang ditahan tanpa alasan atau dasar hukum yang jelas,” kata Nicolas Marugan kepada Reuters.
Sebelumnya, Pemerintah Tiongkok mengatakan bahwa saat ini mereka tengah menghadapi serangan ekstrimis di wilayah Xinjiang, Tiongkok Barat. Kementerian Luar Negeri Cina bahkan menyebut bahwa pasukan Anti-Tiongkok berada dibalik kritik dan kebijakan yang diterapkan Pemerintah Tiongkok di Xinjiang dan tidak mengakui ada sejumlah tempat yang diduga sebagai tempat penahanan sejumlah warga Uighur.
Warga Uighur sendiri merupakan salah satu etnis minoritas beragama Islam di Tiongkok bersama etnis Han.
Lebih lanjut, PBB menduga bahwa aturan di Tiongkok tentang perluasan definisi Tiongkok bisa digunakan sebagai upaya untuk melawan kelompok agama dan etnis minoritas seperti Uighur, Tibet atau Mongolia.
“Banyak laporan penahanan dilakukan terhadap etnis Uighur dan minoritas Muslm lainnya tanpa komunikasi dan dalam waktu yang lama tanpa diadili dengan dalih melawan terorisme atau ekstrimisme agama,” kata Marugan.
Hingga berita ini diturunkan, Reuters mengatakan, belum ada pejabat Tiongkok yang mengomentari hasil dari panel tersebut. [Mohamad Deny Irawan]





















