Yogyakarta, Gontornews– Kepedulian untuk warga terdampak gempa di Lombok terus mengalir. Memasuki fase pemulihan gempa Lombok, Aksi Cepat Tanggap (ACT) sejak beberapa pekan lalu telah mulai membangun 1.000 unit hunian sementara serta pengiriman bantuan logistik kebutuhan pokok. Sebagai Ikhtiar untuk terus membantu korban gempa, Jumat (31/8), ACT DIY memberangkatkan 7 truk kemanusiaan tahap II untuk warga terdampak gempa Lombok.
Truk Kemanusiaan ini diberangkatkan dari Masjid Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) dengan membawa bantuan logistik yang berisi bahan makanan, pakaian baru, perlengkapan sanitasi, tenda, selimut, tempat tidur, serta kebutuhan pokok lainnya. Truk diperkirakan akan sampai di posko utama ACT di Lombok pada Ahad (2/9). Rute yang akan dilalui oleh 7 truk kemanusiaan tersebut dimulai dari Jogja – Pelabuan Ketapang Banyuwangi – Bali – Pelabuhan Lembar Lombok.
Kepala Cabang ACT DIY Agus Budi Hariyadi menyampaikan rasa terima ksaihnya kepada seluruh mitra dan masyarakat DIY atas kepedulian mereka untuk Lombok yang terus mengalir. ”Insya Allah, setelah bantuan logistik ini tiba di posko utama ACT di Lombok, bantuan akan segera di distribusikan. Semoga bantuan kemanusiaan dari Yogyakarta ini dapat meringankan duka saudara kita di Lombok, ” ujarnya.
Sebelumnya, pada 10 Agustus 2018, ACT DIY juga telah mengirimkan bantuan logistik untuk Lombok sebanyak 5 Truk. Bantuan kemanusiaan yang tiba di Pelabuhan Lembar Lombok setelah 2 hari perjalanan, langsung mendapat sambutan hangat dari Dinas Perhubungan, TNI, serta mendapat pengawalan polisi hingga sampai di posko utama ACT.
Tak lupa, keberhasilan pengiriman bantuan logistik ke Lombok berkat dari kepedulian bersama mitra Universitas Islam Indonesia (UII), Masjid Kampus UGM, Masjid Syuhada, Perkumpulan Penguasaha Muslim Indonesia (PPMI), Pondok Pesantren Assalam, serta masyarakat Yogyakarta secara keseluruhan.
ACT bersama masyarakat Indonesia sampai setidaknya enam bulan kedepan akan terus berikhtiar mendampingi para korban terdampak dengan berbagai upaya penanganan darurat, tahap pemulihan hingga tahap rekontruksi, sampai warga terdampak benar-benar siap kembai ke rumah masing-masing. [Al Hafidh]





















