Yerusalem, Gontornews — Paraguay akan mengembalikan kantor kedutaannya di Israel ke Tel Aviv. Beberapa bulan lalu negeri itu memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, mengikuti langkah Amerika Serikat.
“Paraguay ingin berkontribusi pada upaya-upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian yang luas, adil dan abadi di Timur Tengah,” kata Menteri Luar Negeri Paraguay, Luis Alberto Castiglioni, Rabu (5/9) seperti dikutip Aljazeera.
Sebagai tanggapan, Israel mengumumkan akan menutup kedutaannya di Paraguay dan memanggil kembali duta besarnya. Demikian tulis surat kabar Haaretz mengutip kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Sementara itu, menurut kantor berita Wafa, Palestina akan segera membuka kedutaannya di Paraguay.
Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki memuji perubahan pikiran Paraguay sebagai “pencapaian diplomatik Palestina yang baru”.
Mantan Presiden Paraguay Horacio Cartes melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk meresmikan kedutaan pada bulan Mei. Namun, pengganti Cartes, Mario Abdo Benitez, yang juga anggota partai konservatif Colorado, mengambil alih kekuasaan bulan lalu dan membatalkan keputusan tersebut.
Pada bulan Desember, Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, mengubah kebijakan Amerika yang sudah berlangsung beberapa dekade, mengecewakan dunia Arab dan sekutu Baratnya.
AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem pada 14 Mei 2018. Dua hari kemudian, Guatemala juga membuka kedutaan besarnya di Yerusalem. [Rusdiono Mukri]


















