Manila, Gontornews – Departemen Pertanian Filipina melaporkan setidaknya 250.730 Ton beras asal Filipina hilang sejak topan Ompong atau Mangkhut melanda Filipina, Sabtu (15/9). Topan Mangkhut yang melanda Filipina tersebut diperkirakan memiliki kekuatan 200 kph menerjang sejumlah kota di Filipina seperti Luzon, Visayas hingga perekampungan muslim di Mindanao.
Lebih lanjut, Departemen Kementerian melansir jika kerugian yang diderita Filipina akibat kehilangan ratusan ribu Ton beras tersebut mencapai 5 Miliar Peso atau setara dengan 1,3 Triliun Rupiah (kurs 1 Peso Filipina = 274 Rupiah). Selain beras, topan Mangkhut juga mengakibatkan 1.204 ton Jagung rusak.
Sebagaimana dilansir Reuters, Filipina merupakan salah satu pengimpor beras terbesar di dunia. Sebelum musibah Topan Mangkhut terjadi, Filipina menargetkan peningkatan stok namun target tersebut meleset. Akibatnya, angka inflasi dalam negeri berpotensi meningkat dan harga eceran beras di dalam negeri dipastikan melonjak.
Sebelumnya, Badan penanggulangan Bencana Filipina, The National Disaster Risk Reduction and Management Council (NDRRMC), melaporkan setidaknya 3 orang tewas dan jutaan warga lainnya dipastikan mengungsi akibat topan Mangkhut, Sabtu (15/9). Selian itu, Topan Mangkhut juga mengakibatkan tanah longsor, banjir serta gelombang setinggi 2-3 meter.
Selain Luzon, beberapa dareah seperti Semenanjung Zamboanga, Mimaropa, Bicol, Visayast Timur dan Visayas Pusat juga mengalami dampak dari Topan Mangkhut. Saat ini, topan Mangkhut bergerak terus ke Utara dengan Hongkong dan Tiongkok menjadi ‘tujuan’ nya. [Mohamad Deny Irawan]



















