Depok, Gontornews — Di tengah derasnya arus modernisasi, Budi Ashari Lc, masih giat memperjuangkan orisinalitas pendidikan keluarga ala Nabi Muhammad SAW. Baginya, sangat salah, orang yang mensakralkan kalimat, “Didiklah anak sesuai zamannya.”
Kalimat tersebut kerap disalahgunakan dengan lantas menjauhkan umat dari metode pendidikan ala Rasulullah SAW. Umat pun digiring untuk menyelaraskan opininya bahwa parenting nabawiyah telah usang dimakan zaman. Lalu dimasukkanlah nilai-nilai Barat yang justru bertolakbelakang dari ajaran al-Qur’an dan as-Sunnah.
Padahal, tukasnya, orang yang paham sejarah tentu akan mengatakan bahwa sejarah akan mengulang dirinya sendiri. “Artinya tidak ada yang baru dalam dunia ini,” jelas mantan pimred Majalah Ghoib tersebut.
Sejarah itu dipelajari juga karena itu. Maka ketika Abu Jahal meninggal, Rasulullah SAW pun berkata, “Hadza fir’aun hadzihil ummah.” Abu Jahal ini Fir’aunnya umat. Padahal Fir’aun hidupnya kapan?” tambahnya.
Maksud dari kalimat Nabi SAW tersebut yakni Nabi SAW hanya ingin mengatakan bahwa Fira’un di zaman apapun pasti ada. Hanya tampil dalam rupa berbeda. Begitu juga dengan konsep pendidikan dan parenting.
Demi mengoptimalkan perjuangannya mengenalkan ilmu parenting Nabi SAW, ayah tiga anak ini bersama para rekannya lantas membuat lembaga kajian peradaban Islam yang bernama Cahaya Siroh. Diharapkan kehadiran lembaga tersebut dapat memutus mata rantai kesalahan pemahaman masyarakat atas konsep keilmuan Barat yang dianut selama ini. <Edithya Miranti>





















