New York, Gontornews — Uni Eropa telah memutuskan untuk membentuk mekanisme baru yang memungkinkan perdagangan legal dengan Iran tanpa harus takut menghadapi sanksi AS.
Seperti dirilis Aljazeera, Uni Eropa akan membuat mekanisme baru untuk melestarikan perdagangan minyak dan transaksi bisnis lainnya dengan Iran. Demikian dikatakan Federica Mogherini, kepala kebijakan luar negeri kelompok itu, Senin (24/9) malam. Upaya ini ditempuh untuk menghindari hukuman AS.
Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump telah mengundurkan diri dari kesepakatan nuklir dengan Iran pada bulan Mei lalu dan memberlakukan kembali sanksi terhadap negara tersebut.
Pengumuman Mogherini muncul setelah pertemuan dengan para menteri luar negeri Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, Cina, dan Iran di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.
“Dalam praktiknya, ini berarti bahwa negara-negara anggota Uni Eropa akan membentuk badan hukum untuk memfasilitasi transaksi keuangan yang sah dengan Iran dan ini akan memungkinkan perusahaan-perusahaan Eropa untuk terus berdagang dengan Iran sesuai dengan undang-undang Uni Eropa dan dapat terbuka untuk mitra lain, “katanya kepada wartawan setelah pertemuan tertutup.
Uni Eropa, bersama dengan Rusia dan Cina, mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa apa yang disebut “Special Purpose Vehicle” akan “membantu dan meyakinkan operator ekonomi mengejar bisnis yang sah dengan Iran”.
Pernyataan itu menambahkan bahwa enam negara yang menandatangani perjanjian nuklir 2015 “menegaskan kembali komitmen mereka untuk implementasi penuh dan efektif dengan itikad baik dan dalam suasana yang konstruktif”. [Rusdiono Mukri]




















