New York, Gontornews — Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, mengatakan bahwa Myanmar tidak berkomitmen dalam upaya pemulangan pengungsi Rohingya di Bangladesh.
Hasina menyebutkan, Myanmar secara terus-menerus mencari alasan agar proses pemulangan pengungsi ditunda.
“Saya sudah memiliki 160 juta warga,” kata PM Bangladesh, Sheikh Hasina dalam wawancara eksklusif Reuters di sela-sela pertemuan negara anggota PBB di New York, Selasa (24/9) malam.
“Saya tidak dapat mengambil beban (pengungsi) lain dan tidak dapat menerimanya. Negara saya tidak akan tahan (dalam menangani pengungsi Rohingya di wilayahnya),” tambah Hasina.
Meski demikian, Bangladesh, sebut Hasina, menolak untuk menciptakan konfrontasi baru dengan Myanmar tentang proses pemulangan pengungsi Rohingya. Terlebih, dengan segala tindak-tanduknya, Hasina mengaku bahwa kesabarannya semakin tipis terhadap pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, serta kekuatan militer Myanmar.
“Mereka menyetujui semua kesepakatan. Tapi sayangnya, mereka tidak berbuat apapun. Itu masalahnya,” jelas Hasina.
“Semuanya sudah diatur, tetapi setiap kali mencoba (proses pemulangan), mereka selalu mencari alasan baru,” papar Hasina kesal.
Sebelumnya, Myanmar menyatakan bahwa pihaknya sudah siap menerima kembali pengungsi Rohingya di Rakhine dan telah membuat pusat-pusat peristirahatan bagi mereka. Tetapi, Myanmar mengeluh bahwa Bangladesh tidak mengisi form yang telah disiapkan terkait proses pemulangan pengungsi Rohingya.
Bangladesh menolak anggapan tersebut dan menyebut bahwa terhambatnya proses pemulangan karena PBB belum memberikan lampu hijau tentang keamanan bagi pengungsi Rohingya.
Untuk sementara, Bangladesh tengah mempersiapkan sebuah pulau di Bangladesh yaitu Pulau Bhasan Char bagi para pengungsi Rohingya yang kabarnya berjumlah lebih dari 700.000 pengungsi. Namun, Hasina menolak untuk memberikan pemukiman permanen bagi para pengungsi karena mereka adalah warga Myanmar.
“Mereka adalah warga negara Myanmar dan mereka harus kembali,” pungkas Hasina. [Mohamad Deny Irawan]



















