Ottawa, Gontornews — Seorang anggota Parlemen Kanada, Gabriel Ste Marie, secara simbolik, memutus hak kewarganegaraan kehormatan yang diberikan Kanada kepada pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, pada tahun 2007, Kamis (27/9). Gabriel Ste Marie mengaku geram dengan kekerasan terhadap minoritas Muslim Rohingya oleh militer Myanmar di Rakhine.
Meski demikian, memutus hak kewarganegaraan kehormatan di Kanada bukan perkara mudah karena hak tersebut dikeluarkan oleh kesepakatan bersama antara parlemen, majelis senat serta pejabat yang menyetujui pemberian hak kewarganegaraan kehormatan kepada Aung San Suu Kyi pada tahun 2007 silam.
Semetara itu, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menyetujui usulan tersebut meski disebutnya tidak akan berpengaruh banyak dalam upaya penyelesaian krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar.
“Saya pikir, (simbol pencabutan hak kewaganegaraan kekhormatan kepada Aung San Suu Kyi) itu adalah simbol yang penting,” kata Gabriel Ste Marie dari Partai Bloc Quebecois sebagaimana dilansir Reuters.
Kanada sendiri menyebut bahwa kekerasan di Myanmar sebagai genosida. Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, menyebut bahwa langkah tersebut merupakan langkah yang signifikan.
“Pemerintah kami mendukung gerakan ini sebagai tanggapan atas kegagalan Suu Kyi yang berulang kali menentang genosida di Rohingya, (padahal itu adalah) sebuah kejahatan yang dilakukan oleh militer, yang bersama Aung San Suu Kyi, memimpin Myanmar,” ungkap juru bicara Menteri Luar Negeri Kanada, Adam Austen.
Parlemen Kanada juga tengah mempersiapkan sejumlah langkah agar Pemerintah Kanada dapat merealisasikan tuduhan genosida yang dialamatkan kepada militer Myanmar.
“Mesin Pemerintah akan merinci tentang apa saja hal yang secara khusus diperlukan untuk mengimplementasikan (tuduhan genosida ke Myanmar) itu,” pungkas legislator Kanada, Andrew Leslie. [Mohamad Deny Irawan]




















