Khazir, Gontornews — Pasukan Irak dengan dukungan pasukan koalisi pimpinan AS terus bergerak menuju Kota Mosul, kota terbesar kedua Irak dan kubu utama ISIS yang terakhir di negara ini.
Pertempuran telah memasuki hari ketiga. Pasukan koalisi memfokuskan upaya untuk merebut Kota Hamdaniya sebagai jalan menuju Mosul.
Bahan peledak dan ranjau darat yang dipasang ISIS memperlambat serangan Irak dalam beberapa hari terakhir, meskipun ada dukungan udara dari koalisi pimpinan AS.
Militer Irak mengatakan, mereka telah menghancurkan lima mobil yang digunakan ISIS untuk melakukan serangan bom bunuh diri.
“Tentara Irak, bukan Peshmerga, berusaha untuk maju ke Hamdaniya. Mereka berusaha menyerbu daerah itu kemarin, tapi terpaksa mundur,” kata Zeina Khodr dari Al Jazeera, melaporkan dari Khazir dekat wilayah garis depan.
“Hari pertama serangan — dengan pasukan Peshmerga yang memimpin, membersihkan ranjau, dan mengambil alih desa — tampak mudah, meskipun ISIS melakukan perlawanan,” katanya. “Hamdaniya lebih sulit. Ini adalah daerah baru dengan warga sipil di dalamnya.”
“Jika pasukan Irak bisa mengambil alih Hamdaniya, mereka akan berada di gerbang Mosul,” tambahnya.
Sebelum pengambilalihan ISIS di tahun 2014, populasi Hamdaniya tercatat sebesar 50 ribu jiwa. Meskipun sebagian besar warga sipil melarikan diri pada saat itu, beberapa ribu orang diyakini masih berada di kota itu.
Serangan Irak untuk merebut kembali Mosul dimulai pada hari pertama dengan mengambil alih sembilan desa, sebagian besar oleh pasukan Peshmerga Kurdi.
Pasukan ISIS di Mosul dan sekitarnya diyakini hanya berjumlah sekitar 4.500 pejuang. Jumlah ini kalah jauh dibanding sekitar 30 ribu tentara Irak, pejuang Peshmerga Kurdi, dan pasukan kaum Sunni. [Rusdiono Mukri]


















