Tel Aviv, Gontornews — Pasukan Israel telah meluncurkan apa yang mereka sebut “operasi untuk mengekspos dan menetralisir” terowongan antara Libanon dan Israel. Terowongan itu diduga digali oleh kelompok bersenjata Hizbullah.
Operasi itu diumumkan oleh militer Israel di Twitter pada hari Selasa (4/12).
Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan kepada kantor berita Reuters sebagaimana dikutip Aljazeera, operasi itu hanya akan berlangsung di sisi perbatasan Israel dan bahwa itu tidak akan meluas ke Lebanon.
“Kami melihat aktivitas Hizbullah sebagai pelanggaran mencolok dan terang-terangan terhadap otoritas Israel,” katanya kepada Reuters.
Dalam sebuah tweet, juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengatakan pemerintah Libanon bertanggung jawab atas penumpukan terowongan, dan itu sangat membahayakan warga negara Lebanon.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya akan terus mengambil tindakan untuk memastikan “keamanan Israel”.
“Siapa pun yang mencoba menyerang Israel akan membayar harga yang mahal,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
“Kami akan melanjutkan dengan tindakan tambahan untuk memastikan keamanan Israel.”
Namun Hizbullah belum menanggapi operasi militer Israel itu. Tetapi misi PBB di dekat perbatasan Israel-Lebanon, UNIFIL, mengatakan dalam sebuah pernyataan akan memberitahukan operasi itu pada Selasa pagi.
“Situasi keseluruhan di area operasi UNIFIL tetap tenang dan UNIFIL bekerja dengan semua pihak untuk menjaga stabilitas secara keseluruhan,” kata pernyataan itu. [Rusdiono Mukri]


















