Paris, Gontornews — Survei Uni Eropa yang dipublikasikan Senin (10/12) menyebutkan, anti-Yahudi atau anti-Semitisme telah meningkat di Eropa, khususnya di Prancis. Orang-orang Yahudi di Jerman melaporkan tingkat pelecehan tertinggi.
Seperti dirilis dw.com, sekitar 90 persen orang Yahudi Eropa percaya anti-Semitisme telah tumbuh lebih kuat – khususnya di Prancis – dalam beberapa tahun terakhir.
Lebih dari sepertiga responden Yahudi mengatakan, mereka mempertimbangkan meninggalkan Uni Eropa dalam lima tahun terakhir karena kekhawatiran atas keamanan mereka, kata Badan Hak-Hak Fundamental (FRA) Uni Eropa.
“Negara-negara anggota harus mencatat dan meningkatkan upaya mereka untuk mencegah dan memerangi anti-Semitisme. Orang-orang Yahudi memiliki hak untuk hidup bebas, tanpa kebencian dan tanpa rasa takut untuk keselamatan mereka,” kata Direktur FRA Michael O’Flaherty.
FRA mewawancarai 16.395 orang Yahudi untuk survei anti-Semitisme, yang juga dilakukan pada tahun 2012.
Para responden tinggal di 12 negara anggota Uni Eropa di mana 96 persen populasi Yahudi Eropa hidup, termasuk: Austria, Belgia, Denmark, Prancis, Jerman, Hungaria, Italia, Belanda, Polandia, Spanyol, Swedia, dan Inggris.
Dari orang-orang Yahudi yang disurvei di Prancis, 95 persen dari mereka menyebut anti-Semitisme sebagai masalah sosial dan politik terbesar, meningkat dari 85 persen ketika survei FRA pertama di tahun 2012.
Di antara responden, 77 persen responden mengatakan bahwa tingkat anti-Semitisme telah “meningkat banyak” selama lima tahun terakhir. Sebanyak 58 persen lainnya mengatakan, mereka khawatir diserang secara fisik karena menjadi Yahudi.
Meskipun anti-Semitisme banyak muncul di media sosial, namun sejumlah responden di Prancis mengatakan, mereka telah menyaksikan ekspresi seperti itu di tempat terbuka.
Sekitar 91 persen mengatakan mereka telah mendengar pernyataan permusuhan terhadap orang Yahudi di jalan atau di tempat umum lainnya.
Orang Yahudi yang tinggal di Jerman melaporkan tingkat pelecehan anti-Semit tertinggi di negara-negara yang disurvei, dengan 41 persen dari mereka melaporkan pelecehan dalam lima tahun terakhir.
Meskipun pelecehan online sedang meningkat, bentuk pelecehan anti-Semit yang paling sering di Jerman berasal dari orang-orang yang membuat komentar yang menyinggung atau mengancam secara pribadi.
Sekitar 41 persen orang Yahudi yang disurvei di Jerman mengatakan bahwa mereka mengalami pelecehan dari seseorang dengan “pandangan ekstremis Muslim.”
Hasil itu sangat kontras dengan statistik kriminal Jerman tahun lalu yang mengatakan bahwa 94 persen kejahatan anti-Semit yang dilaporkan dilakukan oleh pelaku sayap kanan, lapor harian Jerman, Bild.
“Menurut statistik kejahatan polisi, sekitar 5 persen kejahatan anti-Semit dilakukan oleh Muslim. Kita harus melihat perbedaan besar ini dalam pernyataan tentang pengalaman anti-Semit yang dibuat oleh orang Yahudi,” kata Felix Klein, komisioner anti-Semitisme pemerintah, kepada Bild.
Iklim anti-Semit di Jerman telah membuat orang-orang mempertimbangkan untuk meninggalkan negara itu. Sebanyak 44 persen mengatakan, mereka telah mempertimbangkan untuk beremigrasi dalam lima tahun terakhir. [Rusdiono Mukri]


















