Silicone Valley, Gontornews — CEO Twitter Jack Dorsey telah dikritik karena mendorong 4,12 juta pengikutnya untuk mengunjungi Myanmar, tanpa menyebutkan tuduhan pembersihan etnis dari kelompok etnis mayoritas kepada etnis minoritas Muslim Rohingya.
Dalam postingannya di Twitter, Dorsey (42) menjelaskan secara rinci pengalamannya mengikuti meditasi di Pyin Oo Lwin, sebuah kota di Myanmar utara, sebelum mendorong para pengikutnya untuk mengunjungi negara Asia Selatan itu.
“Myanmar adalah negara yang benar-benar indah. Orang-orang penuh sukacita dan makanannya luar biasa,” katanya di postingan Sabtu (8/12) malam.
Seperti dikutip Aljazeera, ia sama sekali tidak menyebutkan tentang penderitaan Muslim Rohingya.
Seperti diketahui, lebih dari 730.000 orang Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine Myanmar pada tahun 2017 akibat perlakuan brutal militer Myanmar. Bahkan menurut PBB, perbuatan itu merupakan tindakan pembersihan etnis (genosida). [Rusdiono Mukri]




















