Tubingen, Gontornews — Sebuah penelitian longitudinal yang dilakukan oleh peneliti asal Universitas Illionis dan Universitas Tubingen di Jerman menemukan bahwa pilihan siswa berusia 16 tahun terhadap pendidikan vokasi atau mengejar karier akademik memiliki dampak terhadap perkembangan kepribadian mereka.
“Kami ingin memahami apakah memilih jalur karier yang berbeda dapat menghasilkan pola perkembangan kepribadian yang berbeda pula,” ungkap guru besar psikologi dari Universitas Illinois, Brent Roberts, sebagaimana dilansir Science Daily.
“Kami tahu dari penelitian kami sebelumnya bahwa saat memasuki wilayah persaingan, kepribadian seorang tenagaย kerja dikaitkan dengan sifat-sifat kepribadian seperti hati nurani dan stabilitas emosi. Tetapi kami jarang memiliki kesempatan untuk membandingkan kelompok orang yang berusia sama yang memilih jalur yang berbeda,” tambah Roberts dalam penelitian berjudul ‘School or Work? The Choise May Change Your Personality’ yang diterbitkan olehย Associated of Psychological Scienceย (APS).
Secara teknis, penelitian tersebut melibatkan dua kelompok usia 16 tahun yang diberikan keluangan untuk memilih memasuki dunia kerja melalui pelatihan kejuruan atau memasuki dunia kerja setelah mengikuti pendidikan tinggi.
Tim peneliti lantas menggunakan teknik yang disebut dengan teknik kecocokan skor untuk menyelaraskan ciri-ciri kedua kelompok. Hasilnya, mereka yang memilih untuk mengikuti pelatihan kejuruan lebih percaya diri ketimbang mereka yang memasuki dunia kerja melalui jalur jenjang akademik. Meski demikian, mereka yang mengikuti program kejuruan cenderung tidak berminat terhadap kegiatan ilmiah, bisnis maupun wirausaha.
“Ini berarti, mereka yang tidak melanjutkan pendidikan kehilangan minat terhadap pekerjaan yang biasanya terdapat di perguruan tinggi,” jelas Roberts.
“Penelitian ini juga membuktikan bahwa jalan yang Anda pilih sangat mungkin mengubah kepribadian Anda,” pungkas Robers. [Mohamad Deny Irawan]





















