Riyadh, Gontornews – Arab Saudi terus meningkatkan kewaspadaan menyusul beberapa serangan teror yang mengarah pada pusat keramaian dan pusat peribadatan.
Setelah digagalkanya serangan rudal yang mengarah ke Mekkah, aparat kembali menggagalkan rencana bom mobil di dekat stadion sepakbola Al-Jawhara di Jeddah.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku menargetkan pertandingan sepakbola antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) pada kualifikasi Piala Dunia 2018.
“Dua orang Pakistan, Suriah dan Sudan ditangkap,” terang Jurubicara Kementerian Dalam Negeri Saudi Mayjen Mansour At-Turki seperti dilansir laman saudigazette, Ahad (30/10).
Mereka diidentifikasi sebagai Sulaiman Arabdeen, Farmanullah Naqshband Khan (warga negara Pakistan), Hassan Abdulkareem Haji Muhammad (Suriah), dan Abdulazeem Al-Tahir Abdullah Ibrahim (Sudan).
Kementerian juga mengatakan, mereka telah menangkap empat orang yang terhubung dengan sel teror berbasis di Provinsi Shaqra, Arab Saudi. Mereka ini telah berkomunikasi dengan pemimpin Daesh (ISIS) di Suriah dan telah menerima perintah untuk melaksanakan kegiatan teror.
Empat orang tersebut adalah Ahmed Bin Muhammad Bin Hamoud Al-Maili, Abdullah Bin Obaid Bin Mehmas Al-Osaimi Al-Otaibi, Abdulaziz Bin Faisal Bin Jafeen Al-Dajani Al-Otaibi, Mujahid Bin Rasheed Bin Muhammad Al-Rasheed.
Jurubicara Kementerian Dalam Negeri juga mengatakan, delapan orang Saudi dan satu Bahrain ditemukan terlibat dalam kegiatan teror di gubernuran Al-Qatif dan Kota Dammam. Tindakan-tindakan ini termasuk penargetan warga, ekspatriat, petugas keamanan, dan menyabotase fasilitas umum, keamanan dan instalasi ekonomi.
Mereka diidentifikasi sebagai Jafar Bin Hassan Makki Al-Mubeirik, Fadhil Abdullah Muhammad Aal Hamadah, Ali Bilal Saud Aal Hamad, Muhammad Bin Hussain Ali Aal Ammar, Maitham Bin Ali Muhammad Al-Qudaihi, Mufeed Hamza Bin Ali Alwan, Majid Bin Ali Abdul Rahim Al-Faraj, Ayman Ibrahim Hassan al-Mukhtar, dan Hassan Mahmood Ali Abdullah (Bahrain).
Dalam penegakan hukum, Saudi tak pandang bulu untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warganya.
Al-Turki mengatakan, Kementerian Dalam Negeri menjanjikan imbalan bagi siapapun yang memberikan informasi rencana aksi teror di Saudi.
“Barangsiapa memberi informasi tentang orang-orang yang mengarah ke penangkapan mereka akan menerima imbalan uang senilai SR 1,000,000,” terangnya.
Reward ini, menurutnya, masih akan ditambah menjadi SR 5,000,000 jika informasi mengarah ke penangkapan lebih dari satu pelaku dan SR 7,000,000 jika informasi mengarah ke menggagalkan operasi teroris. [Ahmad Muhajir/Rus]


















