Yangon, Gontornews — Sebuah gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR) mengguncang Myanmar, Rabu (13/4) malam. Getaran hebat ini dirasakan di seluruh wilayah di Myanmar. Demikian US Geological Survey melaporkan.
Gempa 6,9 SR ini terjadi di kedalaman sekitar 140 km (87 mil), utara-barat Mandalay. Laporan awal belum menyebutkan adanya korban jiwa.
Getaran juga dirasakan di negara bagian India, utara-timur dari Assam, tempat tinggal Duke dan Duchess of Cambridge.
Orang-orang di kota utama Myanmar, Yangon, di ibukota Bangladesh, Dhaka, dan di Kolkata, India, melarikan diri keluar dari bangunan dengan panik ketika gempa melanda.
Reporter kantor berita Associated Press di Yangon melaporkan melihat tujuh lantai rumah sakit bergoyang selama dua menit saat gempa terjadi Rabu (13/4). Ini menyebabkan staf dan pasien rumah sakit berhamburan ke luar bangunan.
Sementara itu kantor berita Cina, Xinhua, mengatakan getaran kuat juga dirasakan di Tibet. Penduduk Kota Lhasa keluar dari gedung-gedung berkumpul di jalan-jalan terbuka.
Guncangan juga dirasakan di ibukota Assam, Guwahati. Di sini sebuah menara stasiun TV lokal dilaporkan ambruk ke tanah.
Pasangan kerajaan Inggris dilaporkan sedang berada di Taman Nasional Kaziranga Assam saat gempa terjadi. “Kami merasakan getaran yang sangat kuat, tapi semua baik-baik saja,” papar Wakil Komisaris Tinggi British Scott Furssedonn-Wood, yang tinggal di resor hutan yang sama seperti pasangan kerajaan Inggris, seperti dikutip oleh AP.
Pasangan kerajaan itu menghabiskan waktunya, Rabu malam, di taman nasional dan akan melanjutkan perjalanan ke Bhutan, Kamis (14/4). (Rusdiono Mukri)





















