Jakarta, Gontornews –– Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tampak menangis saat membacakan nota keberatannya di sidang perdana di PN Jakpus. Tetapi, tangisan itu dinilai hanya akal-akalan untuk mencari simpati masyarakat.
Bahkan, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Yandri Susanto mengatakan, air mata Ahok itu air mata buaya. ”Saya kira itu nangisnya air mata buaya. Itu Modus. Tujuannya nyari simpati,” ujar Yandri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/12) seperti dikutip Sindonews.
Sekretaris Fraksi PAN di DPR ini pun yakin hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) tidak terpengaruh dengan akting ataupun perkataan Ahok saat membacakan nota keberatannya tadi.
“Saya yakin hakim berpatokan dengan fakta yang sudah diungkap polisi kemudian kejaksaan,” ucap anggota Komisi II DPR ini.
Air mata atau tangisan bisa bermakna macam-macam. Rasulullah SAW bersabda:
ﺇﺫﺍ ﺗﻢ ﻓﺠﻮﺭ ﺍﻟﻌﺒﺪ ، ﻣﻠﻚ ﻋﻴﻨﻴﻪ ، ﻓﺒﻜﻰ ﺑﻬﻤﺎ ﻣﺎ ﺷﺎﺀ
“Saat sempurna kejahatan seorang hamba, maka dia dapat memiliki (mengendalikan) dua matanya, lalu dia dapat menangis dengannya kapanpun ia mau.” (HR. Ibnu ‘Adi dari sahabat Uqbah bin Amir, dalam kitabnya al-Kamil juz 4 hlm 150).[DJ]



















