Washington, Gontornews – Komunitas Intelijen (IC) AS tidak percaya jika Presiden Korea Utara, Kim Jong Un siap untuk melakukan denuklirisasi.
Hal itu disampaikan Direktur Badan Intelijen Pertahanan AS Letnan Jenderal Robert Ashley kepada Fox News dalam sebuah wawancara, Senin (24/6).
Ashley mengatakan, keraguan denuklirisasi oleh Pemimpin Korut itu lantaran pertemuan puncak yang digelar AS dan Korut Februari lalu, belum dapat menjembatani perbedaan antara tuntutan AS untuk denuklirisasi dan tuntutan Korea Utara untuk bantuan sanksi.
“Kami IC (komunitas intelijen) masih menilai bahwa Kim Jong Un sampai saat ini masih tidak siap untuk melakukan denuklirisasi,” kata Ashley.
Akhir pekan ini, rencananya Presiden AS Donald Trump akan mengunjungi Korea Selatan setelah sebelumnya dilakukan pertukaran surat dengan Kim sebagai upaya untuk dimulainya kembali perundingan untuk mengakhiri program nuklir Korea Utara.
Sementara itu, usai pertemuan puncak para pemimpin G20 di Jepang, juru bicara Presiden Korsel, Ko Min-jung mengatakan Presiden Trump akan melakukan kunjungan keduanya ke Korea Selatan Sabtu (29/6) mendatang. Trump rencananya akan bertemu Presiden Moon Jae-in sehari setelah berada di sana yaitu pada hari Ahad (30/6).[Devi Lusianawati]




















