10
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 11 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Wind of Change (Angin Perubahan)

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
29 June 2019
in Kolom
0
Menguji Janji Capres

The world is closing in
Did you ever think
That we could be so close, like brothers
The future’s in the air
I can feel it everywhere
Blowing with the wind of change

Take me to the magic of the moment
On a glory night
Where the children of tomorrow dream away
In the wind of change

Walking down the street
Distance memories
Are burried in the past forever

Itulah cuplikan lagu yang dinyanyikan Scorpions, salah satu group band asal Hannover Jerman beraliran hard rock yang lagi hit-hitnya di tahun 70-an dan 80-an. (Bubar tahun 2010). Inilah salah satu group band yang paling aku suka saat itu. Dulu, saat masih di bangku SMP. Saking sukanya, di dinding kamarku penuh foto-foto personil Scorpions. Selain Gun n Roses yang populer dengan lagunya “November Rain Chords”.

BACA JUGA

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

Di antara lagu favorit Scorpions yang aku paling suka judulnya “Wind of Change” (Angin Perubahan). Selain “Still Loving You”. Ceileh…

Lagu “Wind of Change” ini bercerita tentang runtuhnya tembok Berlin (Berliner Mauer) di Jerman. Tembok yang dibangun era perang dingin, tepatnya 13 Agustus 1961 itu runtuh setelah kurang lebih 30 tahun memisahkan rakyat Jerman. Juga menelan 100-200 orang yang tertembak mati karena memaksa melewati tembok itu. Masih kalah dengan jumlah petugas KPPS yang mati karena kelelahan ya?

Di dalam lagu ini digambarkan dengan sangat sempurna bagaimana konflik dua Jerman (Barat dan Timur) itu berakhir dengan robohnya tembok Berlin (Reunifikasi 3 Oktober 1990). Rakyat yang semula dipisahkan oleh tembok raksasa itu kemudian bertemu kembali layaknya saudara. Dan berakhirnya konflik dua Jerman ini memberi harapan masa depan yang cerah buat anak-anak Jerman ke depan.

Dan hingga hari ini aku masih suka dengerin lagu “wind of change” ini di mobil. Sambil nyetir aku membayangkan betapa di negeriku ini sedang berdiri kokoh tembok yang sangat kuat. Bukan tembok Berlin, tapi tembok politik yang memisahkan dua kelompok anak bangsa. Terbelah karena pilihan politik yang berbeda. Terbelah atau sengaja dibelah? Pertanyaan cerdas!

Sudah tiga tahun ini rasanya lelah menjadi bangsa yang terbelah. Yang satu pendukung fanatik rezim, yang satunya lagi pembenci rezim. Keduanya ada yang saling bunuh. Kalau bully dan maki, itu makanan setiap hari.

Sesama umat beragama, sesama umat Islam, sesama ulama, bahkan sesama orang yang berideologi Pancasila, saling hujat dan bermusuhan. Yang satu dicurigai PKI. Satu lagi menuduh anti NKRI. Khilafah dan Islam radikal jadi permainan isu politik. Menyedihkan!

Kebencian dipelihara untuk terus tumbuh. Kendati sebagian sudah mulai sadar, ternyata itu semua didesign dengan sangat rapi dan sistematis sebagai bagian dari permainan politik. Hanya muncul saat pemilu. Proyek bagi broker dan konsultan politik yang biasa cari recehan. Juga bagi operator lapangan yang menguasai kelompok massa yang diaku sebagai ormas. Di situlah mereka mencari nafkah dan penghidupan.

Di mana pemimpin? Mereka sering tak hadir. Malah dicurigai ikut terlibat. Mereka bahkan dianggap yang paling bertanggung jawab atas keterbelahan ini.

Kriminalisasi, persekusi, intimidasi, manipulasi dalam pemilu, dan tindakan represi ini makin akrab di telinga rakyat. Selalu jadi perbincangan para aktivis. Ini semua dianggap sebagai faktor utama penyebab mengapa bangsa ini terbelah.

Rakyat merasa kehilangan kedaulatannya. Mereka kemudian menjemput kedaulatan itu di jalanan. Tapi media tak membelanya. Bungkam. Karena media juga punya nasib yang sama: sama-sama kehilangan kedaulatan. Sebagian media malah ikut-ikutan membenturkan satu kelompok dengan yang lain. Caranya? Lakukan framing buruk terus menerus kepada kelompok tertentu. Ini order? Gak tahu lah…

Mahasiswa? Di mana mereka? Sudah lebih dulu mati. Sejak lama. Lama sekali. Mahasiswa 2019 tak sama dengan mahasiswa ’65-’66. Beda juga dengan mahasiswa ’98. Beda banget. Apakah mereka masuk angin?

Dua pilar demokrasi telah mati. Media dan mahasiswa. Lalu, apa yang bisa diharapkan dari pemilu jika demokrasi itu telah mati.

Problem yang diperbincangkan para aktivis di atas bisa jadi seperti tembok Berlin. Rakyat berharap itu semua diakhiri. Cukup, dan harus disudahi. Rakyat bersaudara. Jangan pisahkan rakyat dengan ketidakadilan. Jangan pisahkan rakyat dengan cara merampas kedaulatan dari pihak yang tak sejalan, dan memberikannya kepada pihak yang dianggap kawan. Itu cara-cara yang berpotensi memisahkan rakyat dari saudaranya. Saudara setanah air. Saudara sebangsa. Saudara satu ideologi bernama Pancasila.

Elit, terutama yang diberi amanah kekuasaan, bertanggung jawab untuk mendamaikan anak-anak bangsa. “The world is closing in. Did you ever think. That we could be so close, like brothers.”

Kenapa sesama saudara setanah air dan sebangsa harus berbenturan? Polisi dan rakyat bersaudara. Kenapa mesti berantem? Sementara dua negara di Eropa bernama Jerman Barat dan Jerman Timur saja sudah melepas ego berkuasa. Runtuhkan tembok Berlin, dan mereka bersatu kembali.

Lalu, kapan angin perubahan berhembus di negeri ini? “Blowing with the wind of change”. Kapan anak-anak kita tetap punya mimpi masa depan bangsa ini? “Where the children of tomorrow dream away”. Ini tak mungkin terwujud jika generasi leluhurnya terus menerus memelihara konflik untuk mempertahankan kekuasaan.

Konflik akan reda jika pertama, penguasa lebih dominan menampilkan wajah keadilan. Tak ada lagi kawan maupun lawan. Semua harus diakhiri dalam bingkai NKRI. Kedua, mengembalikan hak kedaulatan kepada rakyat. Demokrasi harus diberikan ruang dengan mendorong adanya kebebasan berpendapat, kemerdekaan pers dan mimbar-mimbar akademik. Mengembalikan pimpinan perguruan tinggi (rektor dan dekan) kepada otoritas pihak akademik, dalam hal ini adalah senat perguruan tinggi. Tidak lagi ditentukan dan dikendalikan oleh menteri dan presiden. Ketiga, penguasa harus lebih banyak merangkul, dan tak lagi bersikap memukul. Aparat terbebas dari intervensi kekuasaan. Dan para elit lebih memilih pola komunikasi dengan menggunakan narasi-narasi yang menyejukkan, mendamaikan, dan tidak membenturkan. Tak ada lagi perang total dan eksploitasi isu Islam radikal.

Jika tiga poin di atas terpenuhi, konflik akan mereda dan “wind of change” atau angin perubahan akan berhembus di negeri ini.

Share44Tweet24Send
Previous Post

Gubernur AKMIL Menerima Pimpinan FPA Gontor

Next Post

Sekjen PKS: Kami Tidak akan Tinggalkan Prabowo dan Gerindra

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

2 July 2026
Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

4 July 2026
Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor  ‎

Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor ‎

8 July 2026
Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

1 July 2026
Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

7 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

0
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

0
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

0
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

9 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

9 July 2026
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

9 July 2026
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

9 July 2026
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

8 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result