New York, Gontornews — Muslim di AS Diminta Lebih KuatKepala organisasi hak-hak sipil terkemuka telah mendesak Muslim di Amerika untuk tetap kuat menyusul terpilihnya Donald Trump sebagai presiden baru Amerika Serikat. Trump membuat sejumlah pernyataan Islamophobia selama kampanye presiden, termasuk permintaannya yang kontroversial bahwa AS melarang semua umat Islam masuk ke AS.
Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR) Nihad Awad menegaskan, umat Islam harus tetap solid berada di Amerika. Warga Muslim, menurutnya, seperti warga AS lainnya, telah memberikan kontribusi untuk masyarakat Amerika.
“Kami tidak ke mana-mana. Tidak ada yang bisa mencabut kita dari negara kita dan kita harus tetap positif dan penuh harapan,” kata Nihad Awad seperti dilansir anadolu (16/11). Awad menegaskan, umat Islam di Amerika jangan kalut dengan rasa takut.
Awad menyebut bahwa kemenangan Trump sebagai kejutan bagi banyak orang Amerika. Terpilihnya Trup sebagai presiden patut dihargai dan diterima hasilnya sebagai hasil proses demokrasi yang ada. Sebagai orang Amerika, lanjutnya, Awad meminta pengembang miliarder real estate itu bisa meyakinkan umat Islam dan semua kelompok minoritas bahwa ia tidak akan memberlakukan kebijakan berdasarkan latar belakang etnis, agama atau negara asal.
” Konstitusi dan hukum negara mengatakan perlindungan yang sama dan perlakuan yang sama,” kata Awad.
Masih menurutnya, Trump yang akan dilantik bersama wakil presiden pada 20 Januari, semestinya menaruh hormat terhadap umat Islam dan memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak akan melakukan diskriminasi terhadap umat Islam.
“Kami berharap bahwa ini tidak akan menjadi kenyataan karena negara ini dibangun di atas lembaga-lembaga, pada pemisahan kekuasaan, pada aturan hukum,” katanya.
Pihaknya juga telah memperkuat hubungan dengan kelompok-kelompok minoritas lainnya untuk menghadapi skenario terburuk dan tindakan kekerasan yang mungkin bisa menimpa minoritas dan komunitas Muslim di AS.
Dia berjanji organisasinya akan berjalan bergandengan tangan dengan warga lainnya di Amerika.
“Kita percaya Allah adalah Mahakuasa dan akan membalas pahala untuk orang-orang yang sabar dan melakukan perbuatan baik,” pungkasnya. [Ahmad Muhajir]




















