Srinagar, Gontornews – Warga Kashmir di Srinagar mengeluh karena mereka tak bisa menghubungi keluarganya menyambut hari raya Idul Adha. Termasuk menghubungi keluarganya yang sedang menuaikan ibadah haji.
Ini karena jalur komunikasi, termasuk telepon rumah dan internet, lumpuh.
Penduduk kota utama Kashmir yang dikelola pemerintah India itu juga kesulitan memperoleh makanan. Mereka membentuk antrean panjang di ATM dan toko-toko makanan.
Ini seiring dengan pemberlakuan jam malam setelah India mencabut status otonomi bagi wilayah di Pegunungan Himalaya itu.
Jam malam agak dikendorkan pada hari Sabtu karena masyarakat sedang menyambut datangnya hari raya Idul Fitri.
Seperti dirilis Aljazeera, Baseer Khan, seorang pejabat tinggi administrasi, mengatakan pada hari Sabtu bahwa komoditas penting termasuk makanan, biji-bijian dan daging akan dikirim ke berbagai bagian wilayah pada hari Ahad.
Sementara itu, sejumlah besar pasukan tetap berjaga di jalan-jalan, sehari setelah pasukan keamanan menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi ribuan orang menentang langkah pemerintah mencabut otonomi Kashmir. [RM]



















