Naypyitaw, Gontornews — Sebagian besar wilayah Myanmar sebelah tenggara terkena banjir dan tanah longsor akibat terjangan badai musiman. Akibat musibah tersebut, 59 orang dikabarkan tewas sedangkan puluhan ribu warga di Kota We, negara bagian Mon Myanmar, terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Menurut Kantor PBB untuk urusan kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) ada sekitar 80.000 warga Myanmar yang berlindung di lokasi evakuasi.
Dhaka Tribune menyebut ada sejumlah warga yang terkena banjir mencoba untuk berenang ke tempat yang aman di tengah derasnya air berlumpur. Ada pula yang melarikan diri ke atap rumah sembari menunggu datangnya kapal bantuan.
“Mayat lain ditemukan pada pukul 16.27 sehingga korban tewas menjadi 59 orang tewas,” kata seorang petugas pemadam kebakaran Myanmar.
Saat ini, tim pemulihan tengah bekerja keras untuk memulihkan situasi meski terhalang oleh hujan deras serta lumpur yang menerjang di sejumlah lokasi banjir.
Wakil Presiden Myanmar, Henry Van Thio, mengatakan bahwa pemerintah akan mengerahkan banyak kapal untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan dengan segera.
Sebagai informasi, negara bagian Bago, Tanintharyi dan Karen menjadi wilayah dengan dampak musibah terparah. Sepanjang tahun 2019, cuaca ekstrem telah membunuh sekitar ratusan ribu orang di Myanmar dengan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal. {Mohamad Deny Irawan]


















