Rio de Janeiro, Gontornews — Ribuan orang menggelar protes di jalan menentang rencana pemotongan angggaran pendidikan oleh Pemerintah Brazil.
Para pemrotes yang terdiri dari siswa, mahasiswa dan guru itu menolak kebijakan Pemerintah Presiden Jair Bolsonaro yang akan memangkas $ 87 juta dari anggaran yang akan digunakan untuk kebutuhan buku pelajaran sekolah.
Para demonstran di Sao Paulo dan Rio de Janeiro meneriakkan slogan “Ayo, datang ke jalan melawan luka.” dan membawa spanduk bertuliskan, “Bolsonaro, musuh pendidikan”.
Salah satu mahasiswa, Eduardo de Oliveira Santos (23) mengatakan, ikut serta dalam aksi demonstrasi adalah hal penting. Sebab menurutnya pendidikan adalah masa depan negara.
“Jadi saya pikir penting untuk datang ke sini dan memrotes untuk mengirim pesan kepada pemerintah bahwa para siswa di jalan, para guru di jalan dan para pekerja di jalan peduli dengan pendidikan di negara ini,” katanya seperti yang dikutip Aljazeera.
Senada dengan itu, Seorang mahasiswa doktoral di Universitas Federal Rio de Janeiro, Alice Matos de Pina, mengatakan kebijakan Pemerintah Bolsonaro soal pemotongan anggaran tersebut adalah hal yang tidak tepat.
“Saya pikir strategi dan tujuan kami adalah membuat masyarakat dan para pekerja memahami bahwa kepentingan mereka adalah mempertahankan universitas negeri dan bukan universitas yang memenuhi kebutuhan pasar,” katanya.
Para pemimpin serikat menyerukan pemogokan pada hari Selasa di sektor pendidikan, mengecam pemotongan dana dasar uuntuk sekolah bagi pendidikan publik yang lebih tinggi dan rencana membuka universitas federal untuk investasi swasta.
Sementara itu Pemerintah mengaku sedang rencana pemotongan anggaran sekolah tersebut tengah dibicarakan di dewan.
Pemotongan terbaru adalah sebesar $ 87 juta yang direncanakan pada bulan Juli lalu yang menargetkan buku pelajaran sekolah.
Kementerian Pendidikan telah mengumumkan awal tahun ini pemotongan 30 persen untuk pendanaan universitas dan memblokir semua beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa baik master ataupun doktoral.[Devi Lusianawati]























