Dhaka, Gontornews — Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Bangladesh, Zahid Maleque, mengatakan bahwa, saat ini, masyarakat Bangladesh lebih peduli tentang penyakit Demam Berdarah. Sebagaimana diketahui, sekitar 44.471 orang Bangladesh dirawat di rumah sakit akibat menderita penyakit Demam Berdarah terhitung sejak Januari 2019.
Lebih lanjut, Maleque, menjelaskan bahwa saat ini staf rumah sakit serta pejabat di sektor kesehatan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang memadai demi menyikapi pasien yang menderita demam berdarah.
“Staf rumah sakit dan pejabat di sektor kesehatan yang rela mengorbankan libur Idul Adha demi melayani pasien layak dipuji,” kata Maleque saat mengunjungi Rumah Sakit Umum Kurmitola, Rumah Sakit Pemerintah Kuwait Bangladesh Friendship, serta Rumah Sakit Combined Militer, Selasa (13/8).
“Meningkatnya kesadaran masyarakat umum menjadi salah satu alasan terbesar di balik penurunan jumlah pasien demam berdarah yang dirawat di rumah sakit,” tambahnya sebagaimana dilansir Dhaka Tribune.
Setidaknya, 1.200 pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit di seluruh wilayah di Bangladesh dalam 24 jam terakhir. Hingga hari Senin (12/8), jumlah pasien rawat inap akibat demam berdarah mencapai 2.093 pasien.
Secara total, Direktorat Jenderal Layakan Kesehatan Bangladesh mencatata ada sekitar 4.115 orang dirawat di rumah sakit karena demam berdarah. Sedangkan 3.432 pasien lainnya dirawat di rumah sakit di luar wilayah Dhaka.
Sejauh ini, Pemerintah Bangladesh mengonfirmasi bahwa ada sekitar 40 orang meninggal dunia akibat demam berdarah. Meski demikian, banyak pihak mengatakan bahwa jumlah kematian yang tidak dilaporkan kepada Pemerintah lebih banyak.
Terakhir, Maleque meminta pasien dan para keluarga untuk tidak panik dan meningkatkan kesadaran tentang penyakit demam berdaran dan menerima pelayanan rumah sakit dengan tepat. [Mohamad Deny Irawan]



















