Jakarta, Gontornews – Pemerintah Indonesia mengerahkan lebih banyak pasukan ke Papua Barat yang bergolak, ketika demonstrasi terus meluas ke beberapa komunitas di wilayah tersebut. Demikian Aljazeera.com memuat dalam berita headlinenya hari ini, Rabu (218), pukul 13.00 WIB.
Menko Polkam Wiranto mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa (20/8) bahwa Jakarta akan mengerahkan lebih banyak pasukan ke wilayah itu untuk mengantisipasi protes pada hari Rabu, ketika para demonstran diperkirakan akan mengadakan aksi unjuk rasa yang lebih besar.
Wiranto tidak mengatakan apakah pemerintah mengerahkan perwira militer atau polisi. Tetapi sebuah video yang diperoleh oleh Aljazeera menunjukkan ratusan personel militer dan polisi tiba di Manokwari, tempat protes paling keras pertama kali terjadi pada hari Senin. Saat itu massa aksi membakar gedung-gedung pemerintah dan pusat-pusat bisnis.
Mayor Jenderal Sisriadi, juru bicara TNI, mengatakan kepada Aljazeera pada hari Rabu bahwa militer telah mengirim 300 tentara ke Manokwari.
Foto yang dikirim oleh sumber ke Aljazeera pada hari Rabu menunjukkan pengunjuk rasa Papua di Fak Fak, sebuah kabupaten di provinsi Papua Barat, mengibarkan bendera pro-kemerdekaan mereka.
Padahal mengibarkan bendera di depan umum dilarang. Menurut hukum di Indonesia, orang yang membawa bendera terlarang dapat ditangkap dan dihukum penjara hingga 15 tahun.
Foto lain menunjukkan daerah pesisir di Fak Fak terbakar.
Pada hari Selasa, protes kemarahan menyebar ke setidaknya enam daerah lain di Papua Barat.
Seorang perwira polisi di Manokwari mengatakan kepada Aljazeera bahwa salah satu petugasnya mengalami luka tembak. Manokwari adalah ibu kota provinsi Papua Barat. [RM]


















