Kuala Lumpur, Gontornews β Surat kabar Malaysia The Star mengabarkan, polisi Malaysia melarang dai internasional asal India, Dr Zakir Naik, berceramah di negara itu.
Ini menyusul ceramah kontroversial Naik yang kemudian berbuntut pada penyelidikannya oleh polisi Malaysia.
Seperti diberitakan Aljazeera, polisi Malaysia meminta keterangan Naik selama 10 jam pada hari Senin (19/8) tentang ceramahnya awal bulan ini di mana ia mengatakan umat Hindu di Malaysia memiliki “hak 100 kali lebih banyak” daripada minoritas Muslim di India. Dia juga menyebutkan, orang Cina Malaysia adalah tamu negara itu.
Sejumlah menteri kabinet secara terbuka meminta Naik, yang memiliki tempat tinggal permanen di Malaysia dan telah tinggal di sana selama sekitar tiga tahun, untuk diusir dari negara itu.
Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan Naik telah melewati batas.
Mahathir pada hari Ahad mengatakan, βNaik dapat berkhutbah tetapi dia tidak melakukan itu … dia berbicara tentang mengirim orang Cina kembali ke Cina, orang India kembali ke India, itu bagi saya suatu langkah politik,” menurut Bernama, kantor berita pemerintah.
Ras dan agama adalah masalah sensitif di Malaysia, di mana Muslim membentuk sekitar 60 persen dari 32 juta penduduknya. Sisanya kebanyakan etnis Cina dan India, yang sebagian besar adalah Hindu.
Pemerintah Malaysia di masa lalu tampak enggan βmelawanβ Naik karena khawatir hal itu dapat membuat marah sejumlah Muslim dan juga memberikan amunisi kepada lawan politik.
Pada tahun 2010, Naik yang memiliki penggemar di seluruh dunia dan merupakan pendiri saluran Peace TV, dilarang memasuki Inggris.
Dalam siaran Juli 2008, Naik mengatakan bahwa al-Qaeda tidak bertanggung jawab atas serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.
“Bahkan orang bodoh akan tahu bahwa ini adalah pekerjaan orang dalam,” katanya dalam video itu. Ia menyebutkan, Presiden George W Bush ada di belakang serangan itu. [RM]





















