Washington, Gontornews – AS dan Turki terus melakukan dialog menyusul keputusan pemerintah Trump untuk menghapus negara itu dari program F-35, kata kepala pengadaan Pentagon pada 27 Agustus.
Ditanya apakah penghapusan Turki dari program tersebut tidak dapat diubah, Ellen Lord mengatakan kepada wartawan di Pentagon bahwa “Turki sekutu strategis kami, mitra strategis bagi kami.”
“Jadi kami selalu terus berdialog,” katanya seperti dikutip hurriyetdailynews.com.
“Kami berada di jalur yang sama – sudah bekerja selama hampir satu tahun sekarang,” katanya.
Komentarnya datang saat Turki diperkirakan akan membeli jet tempur Rusia di sebuah pameran penerbangan di Rusia pada 11-13 September mendatang.
Lord mengatakan perusahaan-perusahaan Amerika diberi kesempatan pertama untuk memproduksi ratusan komponen F-35 yang awalnya ditujukan untuk manufaktur Turki agar “cepat dan menjaga program tetap pada jalurnya.”
“Karena itu, kompetisi adalah teman kita, dan kita selalu mencari mitra rantai pasokan yang lebih kuat dan terintegrasi, jadi selalu ada kemungkinan,” katanya.
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyuarakan keengganan untuk menghukum Turki karena membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.
Turki menegaskan bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi. [RM]


















