Karanganyar, Gontornews — Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Tim Peneliti/Pengabdian UNS memberikan bimbingan kepada warga di Kecamatan Jatipuro, Karanganyar, Jawa Tengah, tentang pamanfaatan limbah singkong.
Ketua Tim Peneliti/Pengabdian UNS, Vita Ratri Cahyani menjelaskan, limbah singkong jika dimanfaatkan akan menghasilkan nilai ekonomi. Salah satunya dengan memanfaatkannya menjadi produk pangan nata de cassava.
“Dan bisa juga diolah menjadi biostarter kompos,” jelasnya dikutip Antara.
Ia menjelaskan, kulit singkong memiliki dua lapisan, lapisan dalam dan luar. Lapisan dalam yang berwarna putih memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang sangat berguna dalam fermentasi pembuatan nata de cassava.
“Lapisan itulah yang akan dimanfaatkan,” lanjut Vita.
Menurutnya, pengolahan limbah singkong merupakan program yang sesuai dengan apa yang dirancang oleh timnya tersebut, sebagai upaya transfer teknologi kepada masyarakat petani.
Terlebih, wilayah Karanganyar merupakan wilayah dengan produksi singkong terbesar sehingga dengan memanfaatkan limbah singkong, nantinya akan bisa menambah pendapatan masyarakat di Karanganyar.
Selain itu, pihaknya juga mengajak anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk menghitung keuntungan dari hasil produksi yang dilakukan setiap bulan dari pengolahan limbah singkong tersebut.
“Dengan begitu mereka akan tahu berapa besar keuntungan dan manfaatnya untuk membantu perekonomian keluarga,” katanya.
Dalam menjalankan programnya tersebut, UNS bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar, dan program pendampingan dilakukan kepada KWT Makmur di Desa Jatimulyo dan KWT Tani Waras V di Desa Jatisobo, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar sebagai bentuk realisasi berbagi implementasi teknologi tepat guna dalam pemanfaatan potensi limbah singkong di desa mereka.[Devi Lusianawati]



















