Bojonegoro, Gontornews — Radikalisme di Indonesia memang ada dan bentuknya radikalitas dalam politik. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr HM Busyro Muqoddas MHum dalam acara Resepsi Milad Ke-107 Muhammadiyah yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, di GOR Bojonegoro, Ahad (24/11).
“Wujudnya sangat jelas sekali dengan banyaknya korupsi yang menggila, pembohongan publik, pembodohan rakyat, serta menuduh umat Islam sebagai radikal, adalah contoh nyata,” papar Busyro dilansir dari pwmu.co.
Dia mengatakan, radikalisme dalam perspektif politik hampir tidak tersentuh oleh hukum. “Bandingkan jika itu radikalisme dalam bentuk agama yang biasa dikemas oleh oknum untuk menyerang Islam, tentu responnya sangat cepat,” ujarnya.
Mantan Ketua KPK RI itu menyampaikan fenomena radikalisme hanyalah pengalihan isu-isu korupsi. “Radikalisme sebenarnya bersumber dari kesalahan yang disengaja atas tata kelola sumber daya alam, dampak dari kesenjangan ekonomi, dan keadilan sosial. Karena itu, radikalisme agama sengaja dihadirkan sebagai jualan politik,” ungkapnya.
Busyro juga mengingatkan dampak pilkada serentak tahun 2020. “Elite politik di tingkat daerah berupaya mengeruk kekayaan alam sebagai modal bertarung di pilkada,” tandasnya.



















Betul..makannya mulut2 Elit saja.yang sengaja terus menerus melontarkan Isu RADiKALISME..untuk mengadu domba Rakyat.demi Keselamatan Kepentingan Mereka