Jakarta, Gontornews — Cara terbaik untuk menjadikan baginda Rasulullah Muhammad SAW sebagai tļadan dengan mengetahui sejarah hidup Rasulullah, agar mampu mengambil hikmah dan keteladanannya. Hal ini disampaikan KH Das’ad Latif saat menjadi narasumber dalam pengajian Maulid Nabi yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, di Rumah Dinas Menteri Agama, Komplek Widya Chandra, Jakarta.
“Untuk bisa meneladani Rasul, maka perlu mengetahui sejarah hidup beliau. Bagaimana bisa meneladani, kalau kita tak pernah mau belajar sejarah hidupnya?” urai KH. Das’ad Latif, Rabu (04/12).
Dalam pengajian yang diikuti sekitar 185 pengurus dan anggota DWP Kemenag ini, juga turut dihadiri Penasehat I DWP Kemenag Hani Fachrul Razi, Penasehat II DWP Kemenag Halimah Zainut Tauhid.
Hadir juga Ketua DWP Kemenag Eny Chumaisiyah Nur Kholis beserta Pengurus DWP Kemenag Pusat, dan Ketua DWP Kanwil Kemenag DKI, Banten, dan Jawa Barat.
KH Das’ad Latif menyampaikan, sejarah Rasul ini penting untuk diketahui oleh umat Islam khususnya para kaum ibu. Karena menurutnya, dari para ibu lah generasi muslim yang cinta rasul akan dapat dibentuk.
“Saya pertama kali mengetahui tentang sejarah Nabi Muhammad SAW dari senandung ibu saya,” ujar KH Das’ad mengenang masa kecilnya.
Ia pun berpesan untuk mendidik anak-anak dengan sebaik-baiknya untuk menjadi generasi yang cinta rasul. “Bagaimana caranya? Baca buku tentang sejarah nabi. Ceritakan kepada anak-anak kita, agar mereka mencintai Rasulullah,” imbuhnya.
Di era milenial ini, banyak cara untuk mengenal Rasulullah. Bisa melalui ceramah, pengajian, komunitas, bahkan di internet pun bertebaran. Tapi tetap baiknya mengaji kepada ustadz atau membaca buku sejarah nabi shahih (berdasarkan riwayat hadis yang terpercaya). []




















