pesanan-majalah-edisi-khusus
30 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 28 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Dakwah

Idul Adha: Membuktikan Cinta kepada Allah Melalui Ketaatan, Pengorbanan, dan Ketakwaan

Oleh  Ilham Akbar SE, Anggota Forum Muballigh Alumni Gontor cabang Cianjur

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
26 May 2026
in Dakwah
0
Idul Adha: Membuktikan Cinta kepada Allah Melalui Ketaatan, Pengorbanan, dan Ketakwaan

Foto: Sarung Mangga Official

KHUTBAH PERTAMA

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لا إله إلا الله وحده لا شريك له، صدق وعده، ونصر عبده، وأعز جنده، وهزم الأحزاب وحده، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.

الحمد لله رب العالمين، الحمد لله الذي هدانا للإسلام، وجعل لنا من مواسم الطاعات ما نزداد به إيماناً وتقوى، نحمده سبحانه ونشكره على نعمه الظاهرة والباطنة، ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، الملك الحق المبين، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله الصادق الأمين، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

BACA JUGA

Shafar Keadilan

Menjaga Semangat Qurban dan Ketaatan Setelah Hari Raya

Haflah Silaturahmi Idul Fitri, DDII Tegaskan Komitmen Bangun Indonesia Adil Makmur 2045

Perkaya Wawasan Alumni, Azhariyat in Ramadhan Bahas Thermal Weapon di Gaza

Tausiyah Ramadhan Bersama Klinik Pendidikan MIPA Cabang Depok

أما بعد،

فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فإن تقوى الله خير زاد، وخير ما يدخره العبد ليوم المعاد.

قال الله تعالى:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali Imran: 102)

Jamaah Shalat Idul Adha Rahimakumullah

Pada pagi hari yang penuh keberkahan ini marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah Dia karuniakan kepada kita. Nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, nikmat keluarga, nikmat rezeki, dan nikmat kesempatan sehingga kita masih dipertemukan dengan Hari Raya Idul Adha yang agung.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umat yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.

Hari ini adalah hari yang mulia. Hari ketika jutaan kaum muslimin di seluruh dunia mengumandangkan takbir untuk mengagungkan Allah SWT. Hari ketika jutaan jamaah haji sedang menyempurnakan ibadah mereka di Tanah Suci. Hari ketika kaum muslimin menyembelih hewan kurban sebagai bentuk penghambaan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Namun jamaah sekalian,

Jika kita memahami Idul Adha hanya sebagai hari penyembelihan hewan kurban, maka sesungguhnya kita baru memahami kulitnya saja. Idul Adha adalah madrasah keimanan. Idul Adha adalah sekolah ketakwaan. Idul Adha adalah pelajaran tentang cinta, pengorbanan, kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Idul Adha mengajarkan bahwa keimanan bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan kesediaan untuk tunduk kepada Allah meskipun perintah-Nya berat bagi jiwa.

Hakikat Kehidupan Adalah Ujian

Jamaah rahimakumullah.

Salah satu pelajaran terbesar dari Idul Adha adalah bahwa kehidupan ini merupakan tempat ujian.

Allah SWT berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian siapa di antara kalian yang paling baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2)

Allah tidak mengatakan siapa yang paling kaya. Allah tidak mengatakan siapa yang paling terkenal. Allah tidak mengatakan siapa yang paling tinggi jabatannya. Tetapi Allah mengatakan siapa yang paling baik amalnya. Artinya ukuran keberhasilan menurut Allah berbeda dengan ukuran manusia. Banyak manusia mengukur kesuksesan dari kekayaan.

Banyak manusia mengukur kemuliaan dari jabatan. Banyak manusia mengukur kebahagiaan dari kepemilikan dunia. Padahal ukuran kemuliaan di sisi Allah hanyalah ketakwaan.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Ketika Allah Menguji Apa yang Paling Kita Cintai.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Mengapa Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail?

Mengapa bukan hewan? Mengapa bukan harta? Mengapa bukan sesuatu yang lain? Karena Ismail adalah sesuatu yang paling dicintai oleh Ibrahim. Puluhan tahun beliau menunggu kehadiran seorang anak. Di usia yang tidak lagi muda, Allah mengaruniakan Ismail. Betapa besar rasa cinta beliau kepada putranya. Namun justru ketika cinta itu sedang tumbuh kuat, Allah menguji beliau.Inilah pelajaran yang sangat besar. Sering kali Allah menguji manusia melalui sesuatu yang paling dicintainya. Ada yang diuji dengan hartanya. Ada yang diuji dengan kesehatannya. Ada yang diuji dengan keluarganya. Ada yang diuji dengan pekerjaannya. Ada yang diuji dengan jabatannya. Ada yang diuji dengan bisnisnya. Karena Allah ingin melihat apakah hati kita lebih mencintai nikmat atau lebih mencintai Allah Sang Pemberi Nikmat. Hari ini mungkin Allah tidak meminta kita menyembelih anak sebagaimana Nabi Ibrahim. Namun Allah meminta kita mengorbankan berbagai hal yang menghalangi ketaatan. Mengorbankan kesombongan. Mengorbankan sifat kikir. Mengorbankan kemalasan. Mengorbankan maksiat. Mengorbankan kecintaan dunia yang berlebihan.

Ibrahim: Simbol Ketaatan Tanpa Syarat

Jamaah rahimakumullah,

Keistimewaan Nabi Ibrahim bukan karena beliau memahami seluruh rahasia perintah Allah.

Tetapi karena beliau taat sebelum memahami seluruh hikmahnya. Ketika datang perintah menyembelih Ismail, beliau tidak membantah. Beliau tidak menolak. Beliau tidak berdebat. Beliau tidak mencari alasan. Beliau tidak berkata: “Ya Allah, saya sudah tua.” “Ya Allah, saya sudah menunggu anak ini puluhan tahun.” “Ya Allah, bukankah saya sudah banyak berkorban?” Tidak.

Beliau tunduk sepenuhnya kepada Allah.

Inilah hakikat Islam. Islam berarti berserah diri kepada Allah. Allah berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

“Tidaklah pantas bagi laki-laki mukmin dan perempuan mukmin apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara lalu mereka masih memiliki pilihan lain.” (QS. Al-Ahzab: 36)

Ayat ini mengajarkan bahwa seorang mukmin sejati mendahulukan perintah Allah di atas keinginan pribadinya.

Ismail: Potret Generasi Shalih

Jamaah yang dirahmati Allah,

Yang lebih mengagumkan adalah jawaban Nabi Ismail.

Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an:

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat: 102)

Subhanallah. Seorang anak muda yang siap menyerahkan dirinya demi menjalankan perintah Allah. Mengapa Ismail bisa seperti itu? Karena beliau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang bertauhid. Ini pelajaran penting bagi para orang tua. Di zaman sekarang banyak orang tua sibuk mempersiapkan masa depan dunia anak-anaknya. Mereka mencari sekolah terbaik. Mereka mencari kursus terbaik. Mereka mencari fasilitas terbaik. Semua itu baik. Tetapi jangan lupa menanamkan iman. Jangan lupa mengajarkan Al-Qur’an. Jangan lupa membiasakan shalat. Jangan lupa mendidik akhlak. Karena anak yang cerdas tanpa iman bisa tersesat. Tetapi anak yang beriman akan menjadi cahaya bagi keluarga dan masyarakat.

Keteladanan Hajar: Iman dan Tawakal

Jamaah sekalian,

Kita juga belajar dari Siti Hajar. Ketika Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail di lembah Makkah yang tandus, beliau bertanya:

“Apakah ini perintah Allah?”

Ketika Ibrahim menjawab “Ya”, maka Hajar berkata:

“Kalau demikian Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.”

Kalimat ini sangat singkat tetapi mengandung makna yang luar biasa. Keimanan bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Keimanan bukan berarti tidak memiliki kekhawatiran. Keimanan adalah tetap percaya kepada Allah meskipun kita belum melihat jalan keluarnya. Namun tawakal bukan berarti berpangku tangan. Hajar tetap berlari antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali mencari air. Beliau berusaha semaksimal mungkin. Lalu Allah menghadirkan air Zamzam. Dari sini kita belajar:

Berdoalah sekuat-kuatnya. Berusahalah semaksimal mungkin. Kemudian bertawakallah sepenuhnya kepada Allah.

Hakikat Kurban Menurut Al-Qur’an

Jamaah rahimakumullah,

Allah SWT berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

Ayat ini adalah inti dari ibadah kurban. Allah tidak membutuhkan darah. Allah tidak membutuhkan daging. Allah tidak membutuhkan kambing dan sapi kita. Yang Allah kehendaki adalah ketakwaan. Yang Allah kehendaki adalah hati yang tunduk. Yang Allah kehendaki adalah jiwa yang ikhlas. Karena itu kurban bukan perlombaan menunjukkan siapa yang paling kaya. Kurban bukan ajang pamer. Kurban adalah ibadah. Kurban adalah penghambaan. Kurban adalah bukti cinta kepada Allah SWT. Kurban Hawa Nafsu

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Hewan yang kita sembelih hari ini hanyalah simbol. Kurban yang sesungguhnya adalah menyembelih hawa nafsu. Menyembelih kesombongan. Menyembelih kedengkian. Menyembelih kebencian. Menyembelih kebakhilan. Menyembelih kemalasan. Menyembelih egoisme. Menyembelih kecintaan dunia yang berlebihan. Apa gunanya menyembelih sapi jika masih memakan hak orang lain? Apa gunanya menyembelih kambing jika masih gemar berbohong? Apa gunanya berkurban jika masih memutus tali silaturahmi? Karena tujuan akhir kurban adalah lahirnya manusia yang lebih bertakwa.

Idul Adha dan Kepedulian Sosial

Jamaah rahimakumullah,

Islam adalah agama yang menggabungkan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia. Kurban mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak boleh dinikmati sendiri. Masih banyak saudara kita yang hidup dalam kesulitan. Masih banyak anak yatim yang membutuhkan perhatian. Masih banyak fakir miskin yang membutuhkan uluran tangan. Melalui kurban, Islam mengajarkan solidaritas sosial. Rasulullah SAW bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka semangat berbagi jangan berhenti hari ini saja. Jadikan kepedulian sebagai karakter hidup seorang Muslim.

Penutup Khutbah Pertama

Jamaah yang dirahmati Allah,

Mari kita belajar dari Ibrahim tentang keikhlasan. Belajar dari Ismail tentang ketaatan. Belajar dari Hajar tentang tawakal. Belajar dari ibadah kurban tentang ketakwaan dan kepedulian sosial.

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba-hamba yang bertakwa.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

 

KHUTBAH KEDUA

الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

الحمد لله حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد،

فيا عباد الله اتقوا الله حق تقاته.

Jamaah Idul Adha rahimakumullah,

Setelah kita mendengarkan pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Siti Hajar, marilah kita melakukan muhasabah terhadap diri kita masing-masing. Sudahkah Allah menjadi yang paling kita cintai? Sudahkah kita mendahulukan perintah Allah dibanding hawa nafsu? Sudahkah kita menjaga salat lima waktu? Sudahkah kita berbakti kepada kedua orang tua? Sudahkah kita memperhatikan tetangga dan saudara-saudara yang membutuhkan? Idul Adha hendaknya tidak berhenti sebagai seremonial tahunan. Idul Adha harus melahirkan perubahan. Dari lalai menjadi taat. Dari kikir menjadi dermawan. Dari egois menjadi peduli. Dari jauh menjadi dekat kepada Allah SWT.

Marilah kita jadikan rumah-rumah kita sebagai tempat tumbuhnya iman, tempat dibacanya Al-Qur’an, tempat ditegakkannya salat, dan tempat lahirnya generasi yang saleh sebagaimana keluarga Nabi Ibrahim AS.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات.

اللهم تقبل منا صلاتنا وصيامنا وصدقاتنا وأضحياتنا وسائر أعمالنا الصالحة.

اللهم اجعلنا من عبادك المخلصين والمتقين والصالحين.

اللهم ارزقنا قلوباً خاشعة وألسنةً ذاكرة وأعمالاً متقبلة.

اللهم أصلح شباب المسلمين وشاباتهم، واحفظ أبناءنا وبناتنا من الفتن ما ظهر منها وما بطن.

اللهم بارك لنا في أرزاقنا وأعمارنا وأهلينا وأعمالنا.

اللهم اشف مرضانا ومرضى المسلمين وارحم موتانا وموتى المسلمين.

اللهم انصر الإسلام والمسلمين وأعل بفضلك كلمة الحق والدين.

اللهم احفظ بلادنا إندونيسيا خاصة وسائر بلاد المسلمين عامة من الفتن والمحن والزلازل والبلايا والأوبئة وسوء الأسقام.

ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

عباد الله،

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد.

Tags: HajarIbrahimIsmail
Share32Tweet20Send
Previous Post

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Next Post

Dari Gontor ke Bulaksumur

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

23 August 2026
Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

23 August 2026
Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

0
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

0
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

0
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

0
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

0
Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

26 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

24 August 2026
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

24 August 2026
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

24 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result