Jakarta, Gontornews — Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) mengadakan bedah buku berjudul “Model Kebangkitan Umat Islam” yang disampaikan salah satu pengajar PKU, al-Ustadz Asep Sobari Lc bersamaan dengan Soft Launching buku terbaru Direktur Utama Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, al-Ustadz Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil. yang berjudul “Minhaj, Upaya Mencapai Kesalehan Intelektual”.
Ustadz Asep menyampaikan bahwa ada keunikan ketika kita mempelajari sejarah kebangkitan umat Islam. Hadist Nabi menyebutkan bahwa generasi terbaik adalah generasi sahabat, kemudian tabi’in dan tabi’i tabi’in dan seterusnya. Meskipun generasi-generasi seterusnya tidak sebaik generasi pendahulu karena semakin jauhnya akses terhadap Sumber Ilmu, akan tetapi sebuah prestasi yang luar biasa jika generasi-generasi setelahnya bisa berada di posisi puncak peradaban.
Dosen PKU UNIDA Gontor ini juga menambahkan bahwa saat Daulah Umayyah Andalusia runtuh, pada saat yang sama Kekhalifahan Turki Utsmani sedang dalam masa kejayaannya sampai pada tahap menaklukan Konstantinopel. Fenomena-fenomena sejarah yang bertolak belakang seperti ini sering terjadi, tapi jarang diangkat oleh para sejarawan.
Buku “Model Kebangkitan Umat Islam” ini merupakan salah satu upaya dari penulis Dr. Majid Irsan al-Kilani untuk menganalisis sebab-sebab bangkitnya umat Islam khususnya pada masa penaklukan Pasukan Salib dan pembebaskan al-Quds.
“Buku ini sebenarnya manifestasi dari yang kita sebut selama ini sebagai gerakan kembali ke al-Qur’an dan as-Sunnah. Hal in berbeda dengan apa yang sering digaungkan bahwa kembali ke al-Qur’an dan as-Sunnah saat ini yang mereduksi maknanya hanya terbatas pada cara makan, berpakaian, dan sebagainya,” tutur Alumni Gontor 1995 tersebut.
Buku ini secara sederhana menceritakan adanya sebuah gerakan keulamaan utuh yang kemudian menjadi sebuah gerakan spritiual, intelektual, dan sosial yang berakumulasi menjadi gerakan pendidikan. Pada ujung-ujungnya lahir dari gerakan pendidikan ini, gerakan-gerakan lainnya seperti gerakan ekonomi, politik, militer.
Buku ini berbeda dengan buku lainnya yang kebanyakan menceritakan aspek buthulah (heroism). Buku ini mencoba mengangkat Sholahuddin al-Ayyubi dari titik pertamanya, yaitu bagaimana Palestina jatuh ditangan Pasukan Salib dan bagaimana ia bisa direbut kembali. Kesimpulannya, bahwa keberhasilan itu bukan hanya faktor heroism Shalahuddin, tapi karena adanya gerakan kolektif yang disusun secara terencana.
Acara yang dihadiri oleh semua Peserta PKU XIII UNIDA Gontor ini bertempat di Gedung INSISTS. Dimoderatori oleh Direktur Eksekutif INSISTS al-Ustadz Dr. Henri Sholehuddin MA yang juga salah satu pengajar di PKU. Agenda ini adalah satu rangakain dari perhelatan Akhir Tahun INSISTS yang ke-17.


















