Jakarta, Gontornews— Terhadap yang berbeda agama, lakum dinukum waliya din adalah prinsip. Agama Anda agama Anda, agama saya agama saya. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin berpesan, dalam kehidupan beragama, agar saling rukun dan tidak saling melecehkan.
“Kalau dilecehkan ya tidak terima kita. Karena itu ketika ada pelecehan kita laporkan kepada yang berwajib untuk diproses. Bukan karena dia non-Muslim, bukan karena dia keturunan Tionghoa. Bukan karena dia urusan dengan politik. Tapi karena masalah hukum. Karena dia melakukan penistaan terhadap ajaran agama,” paparnya dalam sebuah acara di Bogor beberapa waktu lalu.
Kiai Ma’ruf mengatakan, umat Islam tidak mau kalau Islam dilecehkan. Begitu pun dengan agama umat yang lain. “Masing-masing sajalah,” tandasnya.
Menurutnya, di negara demokrasi itu orang bisa berbeda. Karena itu harus toleransi. Walaupun berbeda bangsa dan beda negara. “Kita harus membangun ukhuwah, ukhuwah islamiyah ukhuwah sesama Muslim, ukhuwah wathaniyah ukhuwah sesama bangsa sekalipun berbeda agama dan ukhuwah insaniyyah yaitu ukhuwah kemanusiaan.”
Menurut Kiai Ma’ruf, mawaddah warahmah ini harus dijadikan prinsip dalam bergaul, baik sesama Muslim, sesama bangsa, bahkan sesama umat manusia. “Kalau ada mawaddah pasti tidak akan terjadi konflik di dunia ini. Mawaddah warahmah bukan hanya untuk suami istri, tapi juga untuk kehidupan bermasyarakat bernegara dan pergaulan internasional,” paparnya.
[Muh Khaerul Muttaqien/Rus]




















