Jakarta, Gontornews — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) meresmikan kelompok usaha sate yang diberi nama Gartim Setia Rasa di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Senin (17/2).
Peresmian ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof Bambang Sudibyo, MBA., CA., Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS RI, Randi Swandaru, Kepala LPEM Deden Kuswanda, BAZNAS Kabupaten Bekasi, perwakilan dari perangkat desa setempat, serta para penerima manfaat.
Beranggotakan 10 mustahik, kelompok usaha sate ini merupakan program pengembangan yang dilakukan LPEM yang kedepannya akan diintegrasikan dengan peternak Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM) BAZNAS yang akan difungsikan sebagai Distribusion Center (DC) guna memasok kebutuhan bahan baku sate ayam dan kambing.
Distribution Center ini rencananya akan difungsikan sebagai pemasok dan pengontrol dalam menyediakan kebutuhan bahan baku sate dengan harga dan kualitas terbaik untuk para mustahik. Terkait hal ini Bambang Sudibyo mengatakan, BAZNAS berkomitmen terus mendukung program yang fokus mendorong penguatan ekonomi mustahik.
“Pembentukan kelompok usaha bersama ini merupakan salah satu terobosan BAZNAS dalam memaksimalkan program Mustahik Pengusaha. Selain memberdayakan anggota kelompok sendiri juga memberdayakan program BAZNAS lainnya yakni LPEM sebagai pemasok bahan baku. Hal ini bisa menjadi bahan percontohan untuk pengintegrasian program BAZNAS lainnya dalam mencetak mustahik yang kuat dan mandiri secara ekonomi,” ucapnya.
Tak hanya itu, BAZNAS juga akan terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi mustahik sebagai upaya mempercepat pengentasan masalah kemiskinan di masyarakat. “Kemiskinan merupakan masalah multidimensional yang erat kaitannya dengan kondisi ekonomi. Dengan pendampingan, bantuan kebutuhan modal, serta fasilitas usaha dari LPEM ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan ekonomi mustahik,” ujarnya.
Untuk diketahui Program Mustahik Pengusaha merupakan program bentukan LPEM BAZNAS dimana program ini fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik produktif yang akan menjalankan usaha atau sudah menjalankan usaha dari berbagai jenis produk. Dari kategori usahanya program ini ada untuk mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Jenis usaha yang dijalankan dalam usaha skala rumah tangga seperti usaha makanan ringan, kue, processing produk turunan hasil pertanian, peternakan, perikanan. Selain itu juga industri kreatif seperti batik, ukiran, konveksi, kerajinan tangan, desainer, periklanan, kesenian, arsitektur. []


















