Sydney, Gontornews — Lebih dari 150 warga Australia di kapal pesiar Diamond Princess tiba di Darwin, Kamis (20/2). Setibanya mereka, otoritas kesehatan Australia akan mengarantina mereka selama 14 hari demi mencegah penularan virus korona.
Sebagaimana diketahui, kapal pesiar Diamond Princess yang membawa 3.700 orang telah dikarantina oleh pemerintah Jepang. Karantina ini dilakukan setelah 621 penumpangnya positif terinfeksi virus korona asal Cina. Sebanyak 220 wisatawan di kapal tersebut diketahui merupakan warga negara Australia.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan pemerintah telah mengevakuasi sekitar 170 warga negaranya dari Jepang. Sementara 47 warga lainnya akan menghabiskan masa karantina di kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang.
Pemerintah Jepang mewajibkan 170 warga negara Australia yang dievakuasi harus bebas dari gejala virus korona sebelum naik ke pesawat. Meski demikian, Kepala Petugas Medis Australia, Brendan Murphy, tidak menutup kemungkinan ada beberapa warganya yang terindikasi virus mematikan tersebut.
PM Morrison dijadwalkan bertemu dengan Komite Kemanan Nasional Australia untuk membahas apakah larangan kunjungan dari Cina akan diperpanjang atau tidak.
“Kami meninjau larangan perjalanan setiap pekan. Kami akan melakukannya hari ini dan selama 24 jam ke depan,” kata Morrison.
“Bisa dibilang, tidak banyak yang berubah,” tambah Morrison sebagaimana dilansir Reuters.
Sebagaimana diketahui, Australia telah mencegah siapa pun warganya untuk bepergian ke daratan Cina sejak 1 Februari. Langkah ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus korona di Australia.
Namun, Duta Besar Cina untuk Australia mengecam kebijakan yang disebutnya sebagai reaksi yang keras dan berlebihan. Morrison tidak bergeming dan menilai bahwa langkah ini merupakan saran dari ahli medis. [Mohamad Deny Irawan]





















