Dubai, Gontornews — Otoritas Kesehatan Iran menemukan penimbunan obat-obatan termasuk jutaan sarung tangan di dua gudang di Kahrizak, 25 km sebelah Selatan Teheran, Senin (2/3). Penimbunan obat dan alat kesehatan ini dilakukan oleh seorang komandan pengawal revolusi, Hassan Hassanzadeh. Padahal, virus korona di Iran mewabah dengan sangat masif.
Sang pelaku diketahui menimbun 28 juta sarung tangan medis di Kahrizak.
Wakil Menteri Kesehatan Iran, Alireza Raisi, mengatakan bahwa Pemerintah mengonfirmasi 523 kasus baru virus korona dengan 12 kematian baru pada Senin (2/3). Dengan demikian, total jumlah virus korona di Iran mencapai 1.501 kasus dan 66 kematian.
Iran juga mengonfirmasi salah seorang pejabat publik bernama Mohammad Mirmohammadi. Mirmohammadi bertugas sebagai anggota Majma’ Taskhis Maslahat Nezam (MTMN). MTMN merupakan dewan penyelesai perselisihan antar parlemen dan Dewan Wali di Iran.
Selain Mirmohammadi, pejabat publik lain seperti Wakil Presiden untuk urusan wanita dan keluarga, Masoumeh Ebtekar, dan Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, juga terkonfirmasi virus COVID-19 tersebut.
Dalam pernyataannya, Kepala Kehakiman Iran, Ebrahim Raisi meminta otoritas terkait untuk tidak berbelas kasih terhadap penimbun obat dan alat kesehatan.
“Jangan menunjukkan belas kasihan kepada para penimbut obat-obatan dan persediaan medis,” kata Raisi kepada jaksa penuntut sebagaimana dilansir Reuters.
Akibat penimbunan tersebut, sejumlah apotek di Iran mengalami kekurangan persediaan sarung tangan dan alat kesehatan lainnya.
Sejumlah negara di Timur Tengah melaporkan kasus baru virus korona. Umumnya mereka mengatakan bahwa pasien yang terinfeksi tercatat telah melakukan perjalanan ke Iran.
Kuwait misalnya melaporkan 10 kasus baru dalam 24 jam terakhir setelah terkonfirmasi melakukan perjalanan dari Iran. Pun dengan Qatar yang mengonfirmasi empat kasus baru virus korona di wilayahnya. [Mohamad Deny Irawan]




















