Jakarta, Gontornews — Aksi 55 harus menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan. Kalau tidak akan rugi, kata Aa Gym dalam tausyiah bada Jumat (5/5) di istiqlal.
Sesuai semangat Al Asr, Aksi 55 menjadi sarana meningkatkam iman, amal sholeh, serta saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran.
Kekuasaan, seperti Gubernur atau Presiden, adalah ujian. Semua sudah tercatat di lauhil mahfudz. Bisa datang dan atau dicabut pada waktunya. Sesuai surat Al Imran 28.
Aksi kita tidak ada hubungannya dengan gerakan radikal atau kebinekaan. Tetapi semata-mata menuntut agar hukum ditegakkan seadil-adilnya.
Aa Gym meminta agar peserta aksi untuk tetap menjaga niat, kebersihan, ketertiban, dan akhlak Islam.
Semua perbuatan dilihat Allah. Akan diminta pertanggungjawabannya. Besar atau kecil, terang-terangan atau sembunyi Allah Maha Tahu. “Marilah kita memohon kepada Allah agar keadilan tegak di sini,” ajak Aa Gym.
Apa pun keputusan hakim, itu akan dinilai Allah. Apa pun hasilnya, kata Aa Gym, harus menjadi lahan dakwah.
Sebelum Aa Gym, Bachtiar Nasir tampil memimpin doa dan KH Abdul Rasyid Syafii memimpin dkizir sayidul istighfar.[DJ]





















